Pindah di Jakabaring, Kantor Gubernur Sumsel Bakal 23 Lantai

 1,212 total views,  4 views today

Kantor Gubernur Sumsel | Dok KS

Kantor Gubernur Sumsel | Dok KS

PALEMBANG – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel yang ingin memindahkan kantornya di Jakabaring ternyata batal. Pasalnya, kawasan Jakabaring Sport City (JSC) akan diprioritaskan untuk pembangunan venue-venue Asian Games 2018 mendatang. Kantor yang lama pun akan disulap lagi dengan ditambah beberapa tingkat ke atas.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengungkapkan, sebagai penggantinya, gedung yang saat ini akan direnovasi, dirombak serta dibangun beberapa lantai lagi. Ia juga menginginkan, semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Sumsel dijadikan satu perkantoran.

“Mengenai berapa tinggi lantainya, itu sedang direncanakan lagi karena tiap SKPD yang ada akan dijadikan satu nantinya. Kemudian sesuai arahan Pak Presiden, pembangunan kantor Pemprov nanti tidak dibolehkan memakai dana APBD,” sebut Alex saat diwawancarai di kantornya, Senin (12/1).

Terpisah, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan, Robby Kurniawan menambahkan, di kawasan JSC tersebut difokuskan untuk menambah bangunan fasilitas penunjang olahraga untuk even Asian Games 2018. Jadi, gedung yang sudah ada pun dimanfaatkan lagi.

Pemprov Sumsel merancang gedung lama menjadi lebih modern. Namun bangunan di sisi depan yang diresmikan oleh Ir Soekarno pada 3 November 1960 itu tetap dipertahankan. Pemprov Sumsel sendang memasuki tahap perencanaan.

“Kita menginginkan hanya merombak bagian belakang jadi lebih modern. Sebab ada 23 lantai yang bisa menampung seluruh SKPD. Sekarang tahap penawaran, dalam satu kajian nilai pembangunan dan nilai aset yang diperlukan untuk penilaian ke swasta,” terangnya.

Gedung yang akan dibangun mengusung konsep Green dan Smart Building. Meski menjulang hingga ke langit, namun Robby memastikan tetap menyediakan ruang publik dengan pepohonan. Termasuk fasilitas umum yang dapat dipergunakan oleh masyarakat.

“Bakal One Stop Service karena seluruh SPKD di sana. Ada public area, kantin dan mushola. Termasuk Media Center. Tapi kalau mau ke pusat kantor di atas harus menggunakan kartu pengenal yang dikenakan oleh pegawai,” jelasnya.

Namun Robby belum bisa mengatakan pembangunan akan menggunakan dana siapa. Berdasarkan instruksi pemerintah pusat, pemerintah di daerah harus melakukan penghematan dengan tidak menggunakan uang kas untuk membangun gedung kantor.

“Tapi kita bisa dengan menerapkan kerja sama pola pemanfaatan atau Bangun, Guna dan Serah (BOT),” paparnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Sumsel, Eddy Hermanto, Pemprov Sumsel baru mengumumkan pembukaan tender proyek tersebut.

Kepada sejumlah wartawan, Eddy menyebut bila desain dan nilai yang dibutuhkan untuk membangun gedung dibuat oleh konsultan dan kontraktor pemenang tender.

“Kita perkiraan pembangunan mulai pertengahan tahun ini. Yang penting bangunan depan tidak dibongkar. Sedangkan kantor SKPD yang lama akan dibongkar menjadi lahan terbuka hijau dan lahan parkir, seperti di kantor Dinas PU CK Sumsel yang berdampingan dengan Kantor Gubernur,” pungkasnya.

 

TEKS     : IMAM MAHFUZ
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster