Pemprov Sumsel Usulkan Mobil Dinas Baru

 227 total views,  2 views today

Ilustrasi Mobil Dinas | Ist

Ilustrasi Mobil Dinas | Ist

PALEMBANG – Di tahun 2015 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) ingin mengajukan pengadaan mobil dinas (mobnas) yang baru. Pengajuan ini juga sesuai prosedur, mengingat mobnas-mobnas yang lama sudah berjangka waktu lebih dari 10 tahun. Hal itu dikatakan oleh Kepala Biro Perlengkapan dan Umum Setda Sumsel, Robby Kurniawan saat diwawancarai di Pemprov Sumsel, Senin (12/1).

Diterangkan Robby, pihaknya sudah mengusulkan unit mobnas baru dengan total belasan unit. Akan tetapi, ia belum memastikan betul berapa unit yang disetujui oleh DPRD Sumsel.

“Di sini kita ada 10 Sekretariat Daerah (Setda), jadi itu hitungannya 10 unit. Belum termasuk Kepala Bagian (Kabag) yang belum semua memiliki kendaraan dinas. Jika terdapat 40an Kabag, setengah dari itu belum memiliki mobnas. Tetapi, tidak seluruhnya bisa diakomodir tahun ini,” terangnya.

Ia menjelaskan, pengadaan kendaraan dinas baru yang ditangani Biro Perlengkapan dan umum hanya meliputi Sekretariat Daerah (Setda). Sedangkan untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti Dinas dan Badan, mereka menganggarkan dan dana sendiri.

“Ada dua jenis kendaraan dinas, yakni untuk pemegang jabatan dan operasional. Kalau level Kepala Biro memiliki kendaraan dinas sesuai jabatan, sedangkan kendaraan operasional bisa digunakan oleh Kepala Bagian,” terangnya.

Robby menegaskan bila pengadaan kendaraan dinas tahun ini disebabkan efisiensi anggaran. Kendaraan lama yang sudah disebut sudah makan usia, dipastikan Robby bisa menghabiskan biaya perawatan besar ketimbang membeli unit baru.

Ia melanjutkan, unit yang akan digunakan oleh Kepala Biro dan Kepala Bagian itu berjenis Kijang Innova. Namun tipenya masih di bawah yang digunakan oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin saat ini yakni Kijang Innova Facelift 2014.

“Kita tahu kalau kendaraan yang sudah lama membutuhkan lebih banyak pengeluaran. Karena pertimbangan hal itu dan instruksi pemerintah pusat terkait penghematan, makanya diusulkan mobil dinas baru. Tapi tipe dan harganya di bawah Kijang Innova yang dipakai pak Gubernur,” jelasnya.

Biro Perlengkapan dan Umum juga akan menertibkan kendaraan dinas lama yang masih dipegang oleh beberapa pejabat.

“Kendaraan dinas itu melekat dengan jabatan, bukan orang. Kalau sudah tidak menjabat harus dikembalikan. Kita bukan pakai pola di Jawa Tengah semacam itu, kalau jabatan pindah maka mobilnya juga dibawa dengan jabatan baru,” ucapnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol, Irene Camelyn menambahkan, pihaknya juga mengusulkan kendaraan dinas. Hanya saja bukan untuk pegawai Eselon III atau Eselon II, tapi operasional media.

“Kita tidak mengusulkan untuk Kepala Biro atau Kepala Bagian, karena yang lama masih layak dan belum memasuki usia 10 tahun. Cuma memang kita mengusulkan satu unit bus untuk operasional media. Terkadang dalam sebuah acara, awak media yang jumlahnya puluhan terkendala kendaraan menuju tempat acara. Makanya kami mencoba untuk memfasilitainya lewat bus,” tambahnya.

 

TEKS      : IMAM MAHFUZ

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster