Pemkot Lubuklinggau akan Bongkar Ratusan Sarang Walet Ilegal

 1,069 total views,  2 views today

Salah satu deretan Usaha Penangkaran Sarang burung walet yang bertahun-tahun dibiarkan ilegal. Pol PP akan segera membongkar seluruh SBW ilegal tersebut. | Foto : Sri Prades

Salah satu deretan Usaha Penangkaran Sarang burung walet yang bertahun-tahun dibiarkan ilegal. Pol PP akan segera membongkar seluruh SBW ilegal tersebut. | Foto : Sri Prades

LUBUKLINGGAU – Sejak diterbitkanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 tahun 2010 tentang izin usaha sarang burung walet sampai saat ini sedikitn

ya 200 usaha tak kantongi izin dari Kantor Pelayanan Perizinan Lubuklinggau, yang nantinya akan dibongkar paksa. Sejak 2010 juga belum ada tindakan tegas dari Pemerintah Kota Lubuklinggau terhadap usaha Sarang Burung Walet tersebut. Sampai saat ini mesti ilegal usaha ini tetap beroperasi.

Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Lubuklinggau,Fajarudin didampingi staf bagian perizinan,Firmansyah kepada Kabar Sumatera mengakui, saat ini ada 200 usaha SBW yang tak memiliki izin usaha.

Alasan mereka tak berizin karena tidak mengantongi izin ganguan dari masyarakat kiri dan kanan tempat penangkaran SBW.

“Mereka sudah mengajukan izin tapi kita tidak bisa memproses izinnya karena tidak ada tandatangan warga sekitar tempat penangkaran,” terangnya.

Jelasnya, seluruh usaha penangkaran sarang burung walet di Kota Lubuklinggau tidak mengantongi izin atau ilegal. Menanggapi hal ini, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Johan Tero mengaku, belum mengetahui hal tersebut. Namun ia segera berkoordinasi dengan instansi terkait meminta data usaha SBW yang tak berizin.

“Kalau memang mereka tak punyai izin akan kita bongkar,tunggu saja ekskusi dari kita, kalau warga tidak memberi izin gangguan berarti mereka itu ilegal dan harus kita bongkar,” tegas Johan Tero.

Lanjut dia, Pol PP akan menindak tegas siapa saja yang melanggar peraturan. Apalagi pengusaha SBW yang jelas-jelas melanggar Perda nomor 16 tahun 2010  tentang Izin usaha sarang burung wallet.

Ia berjanji dalam waktu dekat akan action memberikan tindakan tegas dan efek jerah kepada pengusaha SBW,sebab selama empat tahun ini menangkar walet tanpa izin,dan terjadi kebocoran pada pendapatan asli daerah.

Ia menuding, dengan tidak adanya izin tersebut selama ini banyak terjadi kebocoran pendapatan asli daerah,dan bukan hal tak mungkin terjadi pungutan liar retribusi.

“Bayangkan saja kalau setiap bulan mereka membayar pajak Rp 50.000 per usaha, kita ada sekitar 200-an. Artinya, PAD sebulan bisa Rp10 juta, setahun Rp120 juta,” ujarnya.

Berdasarkan Perda nomor 16 tahun 2010 tentang izin SBW untuk mendapat izin penangkaran sarang burung walet setiap pengusaha wajib melengkapi berbagai persyaratan. Di antaranya apabila melakukan penangkaran di habitat alami jarak minimal tiga meter dari permukaan tanah, namun apabila diluar habitat alami minimal dilantai tiga gedung penangkaran.

Namun yang tak kalah penting adalah persetujuan warga yang berada di kiri dan di kanan lokasi penangkaran.

Ironinya, sampai saat ini seluruh warga yang bermukim dikiri maupun kanan gedung penangkaran walet tidak menyetujui adanya usaha beromzet miliaran ini. Buktinya sampai saat ini belum satu pun pengusaha sarang burung walet yang mengantongi izin usaha.

Di dalam Perda terebut tepatnya Bab XI ketentuan pidana pasa 19, ayat 1 menyebutkan, setiap orang melakukan pengambilan dan atau pengusaha sarang burung wallet tidak memiliki izin sebagaimana pada pasal 6 ayat 1, dipidana dengan pidana enam bulan atau dengan denda paling banyak Rp50.000.000. Artinya seluruh pengusaha sarang burung walet di Kota Lubuklinggau melanggar perda ini. Namun mirisnya, sampai saat ini tidak ada tindakan dari pemerintah Kota Lubuklinggau.

Kemudian Pemerintah Kota Lubuklinggau juga telah menerbitkan Perda No. 17 Tahun 2010 tentang Retribusi Sarang Burung Walet. Pajak Retribusi Sarang Burung Walet sudah dapat dikenakan sejak Januari 2011.

 

 

TEKS     : SRI PRADES

EDITOR   : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster