Aksi Kriminal di Muaraenim Melonjak

 188 total views,  2 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

MUARAENIM – Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto mengaku selama 2014 angka kriminalitas seperti pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian kendaraan bermoto (Curanmor) di Kabupaten Muaraenim naik dari tahun sebelumnya.

“Selama 2014, perbandingan tindak pidana tahun 2014 sebanyak 920 kasus, meningkat 164 kasus atau 21,69 persen dari tahun 2013 sebanyak 756 kasus. Namun tingkat presentase penyelesaian tindak pidana tahun 2014 sebanyak 487 kasus, ada selisih 56 kasus atau 10,31 persen bila dibandingkan tahun 2013 ada 543 kasus,” tutur Kapolres saat jumpa pers.

Kasus narkoba sebanyak 67 kasus naik dua kasus (3,07 persen) dibandingkan tahun 2013 yakni 65 kasus. Begitupun jumlah tersangka dari 89 orang tahun 2013 naik menjadi 101 orang pada tahun 2014. Kemudian untuk perkara korupsi sebelumnya nihil tahun 2013, pada tahun 2014 ada dua kasus.

“Untuk penyebab naiknya angka kejahatan banyak seperti perekonomian yang sedang terpuruk, paceklik kemarau panjang, harga karet turun dan lain-lain,” ucap Kapolres.

Saat ini, kata Kapolres, jumlah penduduk Kabupaten Muaraenim 744.069 jiwa dengan 20 kecamatan dan Kabupaten Pali 185.389 jiwa dengan lima kecamatan. Namun untuk jumlah Polsek sebanyak 14 Polsek yakni 10 polsek di Kabupaten Muaraenim dan empat Polsek di Kabupaten PALI.

Lanjutnya, perbandingan tindak Pidana di 2014 sebanyak 920 kasus, meningkat 164 kasus atau 21,69 persen pada tahun 2013 sebanyak 756 kasus. Namun tingkat prosentase penyelesaian tindak pidana tahun 2014 sebanyak 487 kasus, ada selisih 56 kasus atau 10,31 persen bila dibandingkan tahun 2013 ada 543 kasus. Untuk perbandingan kasus narkoba, pada tahun 2014 sebanyak 67 kasus naik dua kasus (3,07 persen) dibandingkan tahun 2013 yakni 65 kasus. Begitupun jumlah tersangka dari 89 orang tahun 2013 naik menjadi 101 orang pada tahun 2014.

Kemudian untuk perkara korupsi sebelumnya nihil tahun 2013, pada tahun 2014 ada dua kasus. Sedangkan untuk perbandingan jumlah lakalantas tahun 2013 sebanyak 205 kasus, menurun pada tahun 2014 hanya 122 kasus turun 83 kasus (40,48 persen).

Untuk korban meninggal dunia 183 orang (2013) turun menjadi 69 orang (2014), Luka Berat 155 orang (2013) turun menjadi 70 orang (2014), Luka Ringan 148 orang (2013) turun 84 orang (2014).

“Namun meski korban jiwa turun tetapi untuk kerugian material meningkat dari Rp 628.900.000 juta (2013) meningkat Rp 670.400.000 juta (2014),” jelasnya.

 

TEKS      : SISWANTO

EDITOR   : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster