103 Mahasiswa STITQI Raih Gelar S1

 394 total views,  2 views today

Sebanyak 103 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Quran Al-Ittifaqiah (STITQI), Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI),  meraih gelar S1 setelah dikukuhkan dalam sidang senat terbuka dalam acara wisuda sarjana angkatan IX. | Dok KS

Sebanyak 103 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Quran Al-Ittifaqiah (STITQI), Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), meraih gelar S1 setelah dikukuhkan dalam sidang senat terbuka dalam acara wisuda sarjana angkatan IX. | Dok KS

INDRALAYA – Sebanyak 103 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Quran Al-Ittifaqiah (STITQI), Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), meraih gelar S1 setelah dikukuhkan dalam sidang senat terbuka dalam acara wisuda sarjana angkatan IX.

Hadir dalam acara ini dua profesor yakni Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang, Prof dr H Aflatul Mukhtar dan mantan UIN Malang, Jawa Timur, Prof Imam Proyogo.

Kegiatan ini sendiri dipusatkan dihalaman pondok pesantren Al-Itifaqiah.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Ustadz Muhiddin, mengatakan, 103 mahasiswa dan mahasiswi yang dikukuhkan terdiri dari 24 laki-laki dan 79 perempuan.

“Total alumni mahasiswa STITQI kita dari wisudah pertama tahun 2000 lalu hingga saat ini sudah 578,” ujarnya.

Lanjutnya, ada sekitar 578 alumni ini sudah bergelut dan bekerja diberbagai tempat. Ada yang jadi guru, dosen, pengusaha, guru ngaji, pemimpin ponpes, polwan, dan banyak lagi.

“Alhamdulillah, dengan berbekal Akreditasi B, lulusan STITQI tidak susah untuk menyalurkan ilmu. Kami juga berpesan kepada yang baru lulus saat ini, agar jangan berpuas diri, dengan terus belajar dan belajar,” tuturnya.

Ia berpesan agar para mahasiswa yang sudah lulus untuk manfaatkan ilmu secara maksimal demi kemaslahatan diri, warga dan negara.

“Yang pastinya, amalkanlah ilmu dengan sebaik mungkin, makin diasa akan semakin baik ilmu yang kalian dapat,” imbuhnya.

Saat ini, katanya, STITQI memiliki dua fakultas, Pendidikan Agama Islam (PAI) dan yang baru diizinkan pihak kementerian pusat yakni Radatul Akpar.

“Radatul Akpar ini misi kita menjadikan guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi soleh dan soleha, sekaligus mensukseskan program Bupati Ogan Ilir yang lebih dahulu telah memprogramkan satu desa satu Paud,” tukasnya.

 

Teks : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster