Sungai Musi Jalur Strategis Peredaran Narkoba ?

 286 total views,  2 views today

Polisi Perairan sedang melakukan patroli di Sungai Musi, beberapa waktu lalu. Foto ; Bagus Kurniawan KS

Polisi Perairan sedang melakukan patroli di Sungai Musi, beberapa waktu lalu. Foto ; Bagus Kurniawan KS

PALEMBANG – Usai berhasil menggagalkan masuknya sabu senilai Rp 1,3 miliar oleh jajaran Reserse Narkoba Polresta Palembang dan meringkus dua orang tersangka. Polisi terus memantau aktivitas peredaran narkoba di perairan Sungai Musi. Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan (Sumsel), Inspektur Jendral Polisi (Irjend Pol) Iza Fadri.

“Sungai Musi itu pusat transportasi air di Sumsel sehingga akan banyak dilintasi pelaut-pelaut Sumsel atau dari luar Sumsel. Karena itulah, fokus pencegahan transaksi narkoba di wilayah perairan berada di Sungai Musi,” bebernya.

Jelas Iza, wilayah perairan Sumsel sangat kecil kemungkinan dilintasi oleh bandar-bandar narkoba internasional. Pasalnya, sebelum tiba di wilayah perairan Sumsel, bandar-bandar narkoba internasional akan melintasi banyak pos-pos keamanan mengingat tidak ada akses langsung jika ingin melintasi wilayah perairan Sumsel.

Itu sebabnya, pembawa-pembawa narkoba yang tujuanya akan mendatangi Sumsel akan terlebih dahulu terjaring di kawasan lain. Meski kecil kemungkinan, Iza tetap memerintahkan anggotanya untuk mewaspadai adanya transaksi narkoba.

Ia mewaspadai ancaman-ancaman dari pemilik narkoba yang datang dari sekitar Sumsel, terutama Bangka yang lokasi perairanya sangat dekat dengan wilayah perairan Sumsel. Sejauh ini belum pernah ditemukan adanya transaksi narkoba di wilayah perairan Sumsel.

Untuk jumlah anggota yang akan berpatroli menyisir seluruh perairan di Sumsel, Iza enggan menyebutkanya. Yang pasti, sejak adanya penangkapan transaksi narkoba di wilayah perairan Jawa Timur beberapa waktu yang lalu, Iza sudah memikirkan untuk penambahan personil di wilayah perairan.

“Kita masih kordinasi dengan Mabes Polri untuk jumlah personil. Penambahan personil untuk polisi perairan harus ada izin dari Mabes Polri,” kata pria bergelar profesor tersebut.

Soal adakah jaringan bandar narkoba internasional beredar di Sumsel? Iza memastikan sampai saat ini belum ditemukan indikasi tersebut. Ia juga menampik jika narkoba kiriman dari luar negeri sudah ada yang masuk ke wilayah Sumsel.

Pasalnya, akan sangat sulit untuk memasok narkoba dari luar negeri menuju Sumsel. Selain fokus dengan transaksi narkoba, Iza juga masih fokus dengan menindak tegas anggotanya yang masih kedapatan terlibat dengan narkoba. Apalagi, dalam waktu beberapa hari yang lalu, kembali didapat anggotanya mengkonsumsi narkoba.

Dalam seluruh anggota Polda Sumsel akan dikumpulkan dalam waktu dekat ini. Iza akan memperingatkan dengan tegas apa-apa sanksi yang akan diberikan jika ada anggota yang terlibat mengkonsumsi narkoba.

“Tentu sangat disayangkan mengingat Polri adalah instansi pengayom masyarakat malah mengkonsumsi narkoba. Saya akan mengumpulkan seluruh anggota untuk menegaskan kepada mereka supaya tidak terlibat dengan narkoba,” tukas Iza.

 

TEKS    : OSCAR RYZAL

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster