Layanan Dinilai tak Maksimal, Transmusi Malah Naikan Ongkos

 805 total views,  8 views today

Bus Trans Musi | Foto : Hotman Ferry

Bus Trans Musi | Foto : Hotman Ferry

PALEMBANG – Hari ini Senin, kenaikan ongkos transmusi menjadi Rp 6 ribu setiap angkutan. Tarif ini dikeluhkan pengguna transmusi di kota ini.

“Ongkos sudah mahal, tapi pelayanan belum optimal. Contohnya saat menunggu bus tdatang ke halte, kami harus menunggu 30 menit, bus baru datang,” keluh Rizki (22), warga Perumnas saat dibincangi di halte Transmusi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Ahad (11/1).

Bagi Rizki, kenaikan ongkos transmusi tersebut sangat memberatkan masyarakat. Memang transmusi belum menaikan tarif sejak BBM naik November 2014 lalu. “Mengapa ketika BBM turun, tarif dinaikkan? Kan aneh,” katanya.

Dia berharap, pelayanan harus diimbangi dengan adanya kenaikan tarif tersebut. Terutama soal kedatangan bus Transmusi ke halte-halte yang ada di Metropolis.

“Kalau soal kenyamanan sudah nyaman, yang jadi masalah adalah lambannya bus datang. Jadi, penumpang harus menunggu lama. Kami berharap segera diperbaiki,” pintanya.

Hal serupa juga diungkapkan pengguna Transmusi lainnya, Indah (28) mengatakan, Transmusi sebagai alat transportasi masyarakat yang dimiliki oleh Pemkot Palembang seharusnya memihak kepada masyarakat. Terutama terkait ongkos.

“Kenyataannya kan terbalik, tarif Transmusi lebih mahal dari pada angkutan umum lainnya. Kalau Angkot setiap angkutan mengenakan tarif Rp 4 ribu, sementara Transmusi Rp 6 ribu,” katanya.

Indah mengaku, kenyamanan ketika naik Transmusi memang didapatkan penumpang. Namun, tarif baru Transmusi tersebut mengisaratkan bahwa pemerintah tidak bisa mengakomodir keinginan masyarakat.

“Saya sebagai penumpang setia Transmusi berharap, pihak Transmusi segera menurunkan kembali tarif yakni menjadi Rp 5 ribu per angkutan,” katanya.

Anggota DPRD Palembang Suhardi mengatakan, kenaikan tarif Transmusi menjadi Rp 6 ribu untuk dalam kota dan Rp 9 ribu jurusan Inderalaya-Palembang, tidak sesuai. Karena pengguna Transmusi masih terkena dampak akibat kenaikkan harga BBM 2014 lalu. Sedangkan penurunan harga BBM awal tahun 2015 tidak banyak berpengaruh.

“Kalau politik secara nasional stabil dan dampak kenaikkan BBM bisa diminimalisir. Ya, boleh saja tarif transmusi dinaikan,” ujarnya.

Sambungnya, kenaikkan tarif tersebut harus dikaji secara menyeluruh. Kenaikkan tarif tersebut sangat berhubungan dengan kepentingan masyarakat.

“DPRD harus dilibatkan, karena ini berkaitan dengan masyarakat,” dikatakannya.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster