Balok Girder Fly Over Simpang Jakabaring Biang Kemacetan

 214 total views,  2 views today

Pembangunan Flyover Simpang jakabaring, Palembang. | Foto ; Bagus Kurniawan KS

Pembangunan Flyover Simpang jakabaring, Palembang. | Foto ; Bagus Kurniawan KS

PALEMBANG – Usai sempat tertunda lantaran kendala teknis, balok girder untuk Fly Over (Jembatan Layang) Simpang Jakabaring akhirnya mulai dipasang bulan ini. Jalur Plaju-Ampera serta Plaju-Kertapati bisa dilalui tanpa harus memutar terlebih dahulu ke arah Jakabaring.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Sumatera Selatan, Rizal Abdullah mengungkapkan, pembukaan jalan tersebut sudah sesuai dengan rencana pembangunan yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya sebagai kontraktor.

“Ini dilakukan agar mengurangi kemacetan yang masih terjadi,” ucap Rizal saat diwawancarai, kemarin.

Dikatakan Rizal, proses pengerjaan jembatan layang Simpang Jakabaring akan diselesaikan secara bertahap. Saat ini proses pengerjaan memasuki tahap pemasangan balok girder yang menghubungkan Pilar 1 (P1), Pilar 2 (P2), Pilar 3 (P3), dan Pilar 4 (P4). Untuk Pilar 5 (P5), Pilar 6 (P6), dan A2 akan dilanjutkan dalam proses pengerjaan berikutnya.

“Waktu yang dibutuhkan untuk menaikkan balok-balok ini sekitar satu minggu. Hal ini sangat penting, karena selain memang sudah menjadi tahapan juga bisa mengurai kemacetan nantinya,” sebutnya.

Dirinya menargetkan, proses pembersihan pagar seng ada di bawah jembatan diselesaikan dalam dua bulan ke depan. Sehingga, apabila semua sudah bersih maka bisa dilalui oleh kendaraan. Bila jembatan di sisi pangkal (A1) masuk tahap pemasangan balok girder, namun di sisi Jakabaring mulai ke pembebasan lahan.

“Masih ada 4 persil yang belum dibebaskan, dan kita sudah mediasi dengan pemilik lahan,” terang Rizal.

Terkait masih belum beresnya proses pembebasan lahan, kata Rizal, beberapa waktu lalu pihaknya telah dimediasi oleh Pemkot Palembang dengan warga tersebut. Pihak warga meminta waktu selama satu minggu sejak Rabu (7/1) untuk mengambil keputusan. Apabila warga tersebut menerima ganti rugi yang ditetapkan, maka Pemprov Sumsel akan segera membayarkan uang ganti rugi tersebut.

“Kalau tidak diterima akan kita serahkan ke Pengadilan dan diberikan surat peringatan,” tegasnya.

Empat persil yang belum dibebaskan tersebut seluruhnya berada diarah Jakabaring. Pihak warga menginginkan Rp 10 juta per meter sebagai uang ganti rugi, namun sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2012 hanya sebesar Rp 2.140.000.

Masih kata Rizal, pemerintah menargetkan flyover sudah bisa dilalui saat lebaran Idul Fitri tahun depan. Meski dalam kontrak PT Wijaya Karya bisa merampungkan pembangunan di akhir November 2015. Total dana pembebasan lahan sejak 2012 mencapai Rp 28 miliar, sedangkan uang pembangunan mencapai sekitar Rp 174 miliar.

“Rinciannya, Rp 82 miliar dari anggaran non multiyears dan Rp 92 miliar dari dana multiyears yang disahkan sekitar September lalu,” pungkasnya.

 

TEKS       : IMAM MAHFUZ
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster