Sungai Dangkal, Banjir Menghadang

 217 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Banjir tahunan terjadi pada beberapa Desa di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kabupaten Empat Lawang, disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu penyebab utamanya, pendangkalan sungai Air Keruh yang sudah berlangsung sejak 10 tahun terakhir ini.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, kedalaman sungai Air Keruh yang dulunya mencapai dua hingga tiga meter, sudah berkurang drastis. Saat ini, kedalamannya tidak lebih dari satu meter saja.

Jika musim hujan tiba seperti saat ini, hampir bisa dipastikan sungai Air Keruh akan meluap. Sebab, tidak bisa menampung debit air yang sangat banyak. Meskipun luapan sungai Air Keruh tidak berlangsung lama, namun bisa merendam puluhan hektar persawahan warga serta merendam beberapa desa yang ada di bantaran sungai tersebut.

Diungkapkan Windera Safri, anggota DPRD Empat Lawang Dapil IV, pendangkalan sungai Air Keruh dipastikan menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir di daerahnya. Beberapa kali dibangun tembok penahan, sepertinya tidak bisa menahan luapan air.

“Tembok penahan sudah sering dibangun, akan tetapi banjir selalu terjadi dan merendam persawahan dan pemukiman penduduk,” ungkap Safri, Ahad (30/11)

Dikatakannya, salah satu upaya mengatasi banjir di Kecamatan Paiker, dengan melakukan pengerukan dasar sungai, seperti yang pernah dilakukan sekitar 10 tahun lalu. “Kami akan mencari sumber dana dari APBN, untuk pengerukan sungai Air Keruh, agar bencana banjir tidak terjadi lagi,”janji Safri.

Kenapa demikian sebutnya, jika dasar sungai Air Keruh tidak dikeruk, maka bencana banjir akan selalu menghantui warga saat musim hujan tiba. Apalagi jika intensitas hujannya cukup tinggi, maka bisa dipastikan akan terjadi banjir di beberapa desa yang ada di Kecamatan Paiker.

“Jika hujan deras melanda, maka akan terjadi banjir dan merendam persawahan dan pemukiman warga. Kerugian materi puntak terhindarkan, makanya perlu dicarikan solusi secepatnya,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan hektar persawahan di Desa Talang Padang, Kecamatan Paiker, terendam banjir dan merugikan petani. Sebab, padi yang baru berusia sekitar dua bulan tersebut, rusak dan tidak bisa dipanen. Kejadian seperti ini sudah berlangsung setiap tahunnya, namun belum ada upaya penanganan yang signifikan dari Pemkab Empat Lawang.

 

TEKS       : SAUKANI

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster