Ratusan Warga Ancam Demo Pemkot Pagaralam, ada apa ?

 190 total views,  2 views today

PAGARALAM – Usulan pembangunan jalan poros Griya Bangun Sejatera (GBS), Kelurahan Bangunrejo, Kecamatan Pagaralam Utara, senilai Rp. 3 Miliar melalui RAPBD Kota Pagaralam tahun 2015 terancam batal. Pasalnya, pemerintah setempat  mengaku belum menerima berita acara serah terima antara  pihak Developer dalam hal ini PT Baiti Sejatera dengan  Pemerintah Kota Pagaralam.

Bahkan, serah terima tersebut sudah diserahkan pengembang kepada Bagian Administrasi Ekonomi Pembangunan Setdako Pagaralam pada awal Agustus 2014 lalu. Demikian dikemukakan Ketua RT 11, Endang Wijaya didampinggi Julek dan warga lainnya, kemarin (30/11).

Menurut Endang, sebagai pemerataan pembangunan, jalan yang ada sudah sebaiknya diperbaiki jika sudah ada serah terima dari pihak pengembang ke pemerintah kota dalam hal ini Bagian Administrasi Ekonomi  Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pagaralam.

“Sejumlah warga mulai mempertanyakan realisasi pembangunan jalan poros Griya Bangun Sejatera. Usul tersebut  sudah masuk pembahasan RAPBD 2015, tapi  Pemerintah Kota Pagaralam melalui Bappeda menolak realisasi pembangunan tersebut dengan alasan belum dilengkapi berita acara serah terima antara perumahan dengan pemerintah setempat,” kata Endang.

Ia mengatakan, jika usulan tersebut sudah masuk ke Tim Anggaran Pemerintah  Daerah (TAPD) hingga dilakukan  pembahasan di DPRD Kota Pagaralam, tentunya segala sesuatu mengenai syarat kelengkapan program pembangunan sudah lengkap. Tapi mengapa pihak Bappeda Kota Pagaralam justru mengatakan bahwa usul tersebut belum dilengkapi berita acara serah terima.

“Sungguh aneh, jika usul pembangunan sudah masuk TAPD hingga dilakukan pembahasan di dewan tapi justru ditolak oleh pihak pemeriuntah itu sendiri,” ujarnya dengan nada menyayangkan.

Upaya pemerataan pembagunan disegala bidang sambung Julek, jika tidak ada aral melintang, Senin (1/12) ratusan warga Griya Bangun Sejatera akan mendatangi pemerintah setempat guna mempertanyakan usul tersebut.

“Ratusan warga setempat sudah sepakat untuk melakukan aksi demo di Pemerintah Kota Pagaralam guna mempertanyakan hal tersebut. Kalau anggaran pembagunan jalan poros Griya Bangun Sejatera senilai Rp 3 Miliar sudah masuk pembahasan RAPBD 2015, berarti pihak Bappeda dinilai tidak memberi kesempatan masyarakat Bumi Besemah ini untuk menikmati pemerataan pembangunan. Padahal Kepala Bappeda Kota Pagaralam, Ir Zaitun MSi, juga berdomisili di kawasan dimaksud,” jelasnya dengan nada sedikit geram.

Anggota DPRD Kota Pagaralam Kasno Pandri Tohari mengatakan, demi pemerataan pembangunan, pada dasarnya DPRD Kota Pagaralam menyetujui usulan pembangunan jalan poros Griya Bangun Sejatera senilai Rp. 3 Miliar melalui RAPBD 2015. Sementara, pihak Bappeda ketika ditanya mengenai berkas serah terima dari perumahan ke pemerintah mengatakan belum ada.

“Justru Kepala Bappeda sendiri Ir Zaitun MSi mengatakan, jika berkas serah terima belum dilakukan berarti hal itu menyalahi aturan yang ada. Ini bahaya, jika serah terimanya belum ada,” pesan Zaitun kepada Pandri.

Ia mengatakan, untuk pemerataan pembangunan, jalan itu akan diperbaiki jika sudah ada serah terima dari perumahan ke pemerintah. Sebagaimana prosedur di pemerintahan, warga terlebih dahulu harus mengusulkan perbaikan melalui ketua RT atau RW setempat. Selanjutnya di musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), usulan warga tersebut akan dibahas sebelum diserahkan kepada Pemkot Pagaralam.

“Usulan tersebut pasti akan kami perjuangkan. Kalau pemkot yang menanganinya, saya akan perjuangkan untuk diperbaiki,” tegasnya.

Terkait hal itu, Pimpinan PT Baiti Sejatera, H Suharindi SJ SPd MM  menegaskan, jalan di lingkungan Perumahan Griya Bangun Sejatera sudah diserahkan ke Pemkot Pagaralam sejak Agustus 2014 lalu.

“Beberapa blok jalan poros memang rusak dan statusnya sudah kita serahkan ke Pemkot Pagaralam,” sebutnya seraya mengatakan sebagai pengembang, kita sudah menyediakan sejumlah fasilitas umum dan fasilitas khusus, seperti Masjid, lokasi pemakaman, areal pendidikan, drainase, semenisasi jalan lingkungan dan lainnya.

Wali Kota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni melalui Kepala Bagian Administrasi  Ekonomi Pembangunan Setdako Pagaralam, Asran Buhari SE MM menegaskan, pihak pengembang  sudah menyerahkan berkas serah terima kepada pihaknya. Program pembangunan jalan poros Griya Bangun Sejahtera senilai Rp 3 miliar sudah masuk pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Warga Griya BangunSejatera diminta bersabar, kita telusuri terlebih dahulu agar mendapat solusinya,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Bappeda Ir Zaitun MSi saat dikonformasi melalui telpon selulernya dengan nomor 085368483684, hingga berita ini ditulis belum bisa dimintai keterangan karena yang bersangkutan belum mengaktifkan ponselnya.

 

TEKS      : ANTONI STEFEN

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster