Perda KTR tak Efektif

 531 total views,  4 views today

rokok

PALEMBANG – Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2009 tetang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Palembang nampaknya tidak berjalan efektif. Oleh itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan berikan penindakan dan sanksi tegas bagi pelanggarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, Anton Suwindro mengatakan, dalam Perda itu ada 7 titik KTR seperti, mall, rumah makan atau restoran, tempat pendidikan, tempat bermain, tempat ibadah, angkutan umum dan kawasan sarana kesehatan.

“Kepatuhan para perokok terhadap Perda sangat minim. Masih banyak yang melanggar,” ungkapnya, saat dihubungi, Ahad (30/11).

Anton menyebutkan, dari 7 titik KTR, kawasan yang paling sering di langgar adalah angkutan umum dan rumah makan. Hal tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran dari para perokok tersebut. Ia mengaku, kesadaran perokok untuk membatasi ruang ketika merokok di tempat umum sangat minim. Ini terbukti, dari hasil riset pihak asing, tapi bukan hanya terjadi di Palembang, melainkan hampir seluruh daerah terjadi pelanggaran Perda KTR.

“Stiker KTR sudah ditempel dimana-mana. Tapi, perokok masih saja melanggarnya. Kami hanya memberikan kesadaran kepada para perokok agar tidak merokok di tempat umum. Karena akan mengganggu kesehatan bagi yang tidak merokok atau perokok pasif,” ujarnya.

Kata Anton, walaupun sudah gambar bahaya merokok pada bungkus rokok, tidak membuat perokok berhenti merokok.

“Walau sudah ada peringatan. Konsumsi rokok tetap tinggi,walapun mungkin ada penurunan sedikit,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palembang, Tatang DK Direja mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan Dinkes Palembang untuk melakukan penertiban dan penindakan terhadap pengusaha, pengelola yang melanggar Perda itu.

“Kami akan melakukan pengawasan ketat, seperti arena bermain anak, tempat belajar dan mengajar, tempat ibadah dan tempat yang tertutup dari udara bebas,” tegasnya.

Sambungnya, sejak di berlakukannya Perda KTR pada tahun 2010 lalu, sudah cukup banyak perokok yang mematuhi aturan tersebut. Tapi, tidak seluruh perokok mematuhinya.

“Tempat usaha, di larang menyediakan asbak. Jika di temukan maka akan di lakukan penindakan dengan aturan yang ada,” dijelaskannya.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster