Kasus Dugaan SPP PNPM Pedamaran, Kejari Akui Ermeni Tersangka

 195 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Setelah bertahun-tahun kasus dugaan fiktif terhadap kelompok simpan pinjam perempuan (SPP) PNPM Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI yang merugikan negara mencapai Rp2,6 miliar terkesan lambat penangananya. Akhirnya pihak Kejaksaan Negeri Kayuagung, telah menetapkan Ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kecamatan Pedamaran, Ermeni Enan ditetapkan sebagai tersangka. Kendati demikian pihak Kejari belum melakukan penahanan terhadap tersangka. Lantaran dengan alasan masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di 14 desa dalam Kecamatan Pedamaran yang sampai saat ini belum rampung.

“Ya, benar dia (Ermeni- red) telah ditetapkan tersangka. Tapi kami sampai saat ini mesih terus memeriksa saksi di 14 desa yang belum juga kelar.” ujar Kasi Pidsus, Eddowan, SH ketika dihubungi via ponselnya, Ahad (30/11).

Disinggung kapan akan dilakukan penahanan terhadap tersangka? Eddowan tak memberikan jawaban pasti.

“Soal penahanan itu tergantung tuntatan dalam penyelidikan. Sampai saat ini kita masih memeriksa saksi di 14 desa dulu.” ujarnya.

Adapun informasi yang diterima sebelumnya, menyebutkan semua ketua PNPM di setiap desa dalam kecamatan Pedamaran, dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi oleh pihak Kejari Kayuagung. Salah satu dari mereka adalah Rizal Ribuanda, Ketua PNPM Kecamatan Pedamaran 2. Dia diperiksa bersama Kades Sukapulih, Warsana.

“Kami diperiksa untuk menjelaskan tentang mekanisme pelaksanaan PNPM saja. Kami tidak merasa takut karena kami yakin kami tidak terlibat. Apalagi saya sebagai ketua PNPM terpilih belum bekerja, lantaran kasus ini sehingga dua tahun lebih dna PNPM tak diterima kecamatan Pedamaran,” ungkapnya.

Rizal juga tak menapik kalau UPK PNPM Pedamaran, Ermeni telah ditetapkan tersangka.

“Setahu saya ada lima kelompok fiktif dan dua penggelapan, itu berdasarkan BAP Ermeni yang saya baca.” akunya.

Kasus SPP PNPM fiktif ini sendiri, dilaporkan langsung oleh Ketua UPK PNPM yang baru, Sulaiman Budi yang menggantikan Ermeni. Di mana selama dia terpilih, akibat ulah oknum-oknum nakal tersebut membuat dana PNPM Pedamaran distop. Hingga Budi tidak bisa bekerja. Akibatnya Budi mengambil tindakan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Kayuagung.

Ketidakberesan program PNPM ini tidak hanya terjadi di Pedamaran. Sebelumnya pihak Kejari juga telah melakukan penahanan terhadap Ketua UPK PNPM Kecamatan Teluk Gelam OKI. Dan Ketua PNPM Kecamatan Pemulutan, Kabupaten OI.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH
EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster