Jalur Khusus Batubara tak Pernah Usai

 178 total views,  2 views today

Ilustrasi Truk Batubara | Dok KS

Ilustrasi Truk Batubara | Dok KS

PALEMBANG – Beberapa proyek infrastruktur angkutan batubara, berupa jalan khusus, jalur sungai, hingga jalur kereta api di Sumatra Selatan ditargetkan mulai beroperasi 2015. Percepatan realisasi infrastruktur jalur khusus batubara itu bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas angkut dari mulut tambang supaya tidak menganggu kepentingan pengguna jalan umum di mana selama ini truk batubara sering menyebabkan kemacetan panjang.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumsel, Robert Heri mengatakan, jalan khusus jalur yang dibangun PT Servo merupakan salah satu proyek yang ditarget harus beroperasi pada 2015.

“Awal tahun harus selesai. Sekarang sedang tahap peningkatan level jalan. Kalau tidak selesai juga, Pemprov Sumsel siap ambil alih,” ujarnya.

Ia berkata, selama ini jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Muaraenim dan Kabupaten Lahat itu terkendala teknis di mana level jalan masih berada di bawah posisi genangan saat musim hujan tiba. Selain percepatan jalan eks Servo yang sekarang dikelola Titan Grup, dia menambahkan, pemprov juga tengah mengembangkan angkutan sungai dari Sungai Lematang, Kabupaten Muaraenim menuju Tanjung Api-api (TAA).

Ucap Robert, pengembangan jalur sungai itu merupakan kerjasama Pemprov dengan PT Pelindo II yang operasionalnya juga akan dimulai 2015.

“Kami sudah MoU dengan Pelindo II nantinya angkutan sungai ini akan dikelola oleh perusahaan patungan antara pemprov dan Pelindo II, sekarang tahap administrasi sudah berjalan,” jelasnya.

Menurutnya, angkutan sungai dengan menggunakan tongkang itu bisa memuat 1.000 ton batubara atau setara dengan kapasitas muatan 100 truk.

Kewajiban Pemilik Tambang
Pemprov Sumsel juga menegaskan sebetulnya pembangunan jalan khusus merupakan kewajiban pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) bukan disediakan oleh pemerintah.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel, Musni Wijaya mengatakan, seharusnya sebelum perusahaan melakukan eksploitasi, infrastruktur untuk angkutan batubara itu harus tersedia terlebih dulu.

“Idealnya sebelum nambang itu, mereka sudah bangun jalan sendiri, itu kewajiban pemegang IUP,” ujarnya.

Kata Musni, dari sekian banyak proyek infrastruktur angkutan batubara, jalur kereta api merupakan sarana yang paling tepat dan menguntungkan. Hanya pengerjaannya memang memakan waktu dan biaya lebih besar.

Saat ini, proyek jalur kereta api yang sebelumnya dipegang Adani Group, kembali dilanjutkan dengan pola Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) antara Pemprov dengan PT Mega Guna Sejahtera.

“Jika jalur KA itu terealisasi maka bisa meningkatkan kapasitas angkut dari saat ini 12 juta ton per tahun menjadi 17,5 juta ton per tahun,” tutupnya.

TEKS:IMAM MAHFUZ
EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster