Pemkot Lubuklinggau Siapkan Sistem Berantai PBB

 291 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Hasil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kota Lubuklinggau yang hanya mencapai Rp 4 miliar dinilai tak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur perkotaan.

“Hasil PBB hanya Rp 4-5 Miliar sebenarnya tak signifikan dengan apa yang kita bangun dikelurahan kota/kabupaten,” ungkap Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe atau akrab disapa Nanan kepada Kabar Sumatera.

Lanjut Nanan, Pemerintah Kota Lubuklinggau akan menyiapkan sistem berantai untuk wajib PBB,supaya sadar akan membayar pajak bumi dan bangunan setiap bulan. Sistem berantai tersebut nantinya akan secara otomatis terkoneksi dengan data-data wajib pajak. Jika tidak membayar PBB, maka otomatis tidak akan bisa membuat ataupun memperpanjang sertifikat tanah maupun surat-surat lainya.

“Sistem ini akan kita siapkan khusus, jadi kalau ada yang tidak bayar PBB, dia tidak bisa membuat surat jual beli tanah, tidak bisa membuat Izin Mendirikan Bangunan ataupun memperpanjangnya dan keterikatan lainya,” tegas Nanan.

Pembayaran PBB tidak lagi menjadi kewajiban melainkan menjadi kesadaran masyarakat untuk melunasi pajak bumi dan bangunan, yang kegunaanya tidak lain untuk pembangunan Kota Lubuklinggau.
“Kita buat pola dan sistem, supaya masyarakat ini sadar dengan membayar pajak, karena hasil pajak itu untuk rakyat itu sendiri, yang dirubah menjadi pembangunan-pembangunan infrastruktur jalan, dan sarana prasarana lainya,” kata Nanan.

 

TEKS      : SRI PRADES
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster