Nahkoda Kapal Pengangkut BBM Ilegal Pindah Sel

 295 total views,  4 views today

PALEMBANG – Setelah dua bulan mendekam di sel tahanan Dirjen Bea Cukai Kakanwil Sumatera Selatan (Sumsel), Ripal Rinaldi (21) Nahkoda Kapal Motor (KM) Ardinata yang menjadi tersangka pengangkut minyal mentah ilegal, kini tersangka berpindah sel dan mendekam di balik jeruji penjara Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel, Kamis (27/11) malam.

Hal ini dibenarkan oleh Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes) Pol Eddy Purwatmo, melalui Kanit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, Komisaris Polisi (Kompol) Tito Dani, dijelaskannya bahwa kasus ini kini ditangani oleh Polda Sumsel.

Pasalnya, dari tindak pidana yang dilakukan Rivail tidak mengandung unsur kepabeanan. “Kita juga sudah menyita kapal yang ia nahkodai yang berisikan 42.138 liter minyak mentah dan kini diamankan di Pelabuhan Boom Baru Palembang. Selain itu, Ripal juga kita tahan,” kata Tito.

Begitu kasus diterima Polda Sumsel, lanjut Tito, pihaknya langsung memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Mulai dari Anak Buah Kapal (ABK) hingga bagian teknisi mesin KM Ardinata sudah dimintai keterangan begitu Ripal berada di Polda Sumsel.

Rencananya, saksi dari Bea Cukai Sumsel selaku tim yang menangkap Ripal di Perairan Karang Ular Sungsang juga akan dimintai keterangan sebagai saksi.Dari keterangan yang sudah didapat dari Ripal, beber Tito, diketahui minyak mentah dan kapal dimiliki oleh warga Batam berinisial Wwp (DPO).

Minyak mentah ini dibeli dari kawasan Musi Banyuasin dan akan dibawa ke Batam. Satu kali antar, Ripal diupah senilai Rp 11,4 juta. “Menurut pengakuannya, ia baru satu kali mengantar minyak mentah ilegal. Namun, ini masih akan kita kembangkan,” kata Tito.

Seperti diketahui, Ripal ditangkap oleh Bea Cukai Sumsel karena membawa minyak mentah ilegal. Mulanya, minyak mentah ini diinformasikan akan dibawa ke luar negeri. Namun, setelah diselidiki selama kurang lebih satu bulan, diketahui minyak mentah tidak akan dibawa ke luar negeri, melainkan ke Batam sehingga kasus ini dilimpahkan ke Polda Sumsel.

Saat ditangkap, ada satu kapal lain yang ikut ditangkap karena membawa minyak mentah yang diduga ilegal. Namun, karena terbukti akan menjual minyak mentah ke Singapura, proses hukumnya masih berada di Bea Cukai Sumsel.

 

TEKS: Oscar Ryzal

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster