Akibat Naksir & Sering Tonton Video Porno, Mahasiswa ini Coba Perkosa Teman Sekelas

 411 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

INDERALAYA – Seorang Mahasiswa Salah Satu Perguruan Tinggi di Sumsel  bernama Miko Sudron (17), terpaksa harus berurusan dengan pihak Kepolisian Sektor (Polsek), Inderalaya, Ogan Ilir (OI).

Pasalnya, warga Desa Mandi Angin Kampung 1 Kecamatan Inderalaya Selatan Kabupaten OI ini, nekat melakukan aksi bejatnya dengan melakukan percobaan pemerkosaan terhadap rekan sekelasnya bernama Kurnia (18) warga Perum Griya Darma Sejahtera Palembang.

Aksi nekad tersebut sengaja dilakukannya lantaran pelaku naksir berat terhadap korban dan kerap menonton viedo porno di laptop yang didownload via youtube.

Korban sempat mendapatkan perlakuan asusila oleh tersangka, dengan membekap dari belakang dan berbuat tidak senonoh.

Informasi yang dihimpun, Jumat (28/11), usai menjalani ujian semester mata kuliah Kimia di Fakultas Pertanian pukul 11.00 siang, korban Kurnia meminta dibonceng motor yang dikendarai pelaku Miko lantaran searah hendak ke Timbangan.

Namun sebelum naik bus ke Palembang terlebih dahulu dirinya mampir ke kosan temannya Ahlan Wahsahlan di Timbangan Kecamatan Inderalaya untuk mengambil pakaian.

Usai mengambil tas yang berisi pakaian, tiba-tiba pukul 11.30 wib pelaku masuk ke ruang tengah kosan tersebut saat korban mengunci kamar.

Tanpa alasan yang jelas pelaku langsung memeluk korban dari belakang, membekap mulut dan melakukan tindakan asusila.

Aksi tak senonoh tersebut korban langsung berteriak minta tolong hingga akhirnya tetangga kosan lainnya berhamburan keluar dan menolong korban.

” Usai melakukan perbuatan tak senonoh tersebut, pelaku sempat mengancam saya agar jangan berteriak kalau tidak akan dibunuh. Saya trauma dengan kejadian ini coba kalau tidak berteriak bisa jadi saya diperkosa dan dibunuh, ya Allah saya takut,”ujarnya terbata-bata.

Sementara pengakuan tersangka, bahwa memang sebelumnya dirinya menaruh hati sama korban, namun cintanya bertepuk sebelah tangan, lantaran korban sudah ada pacar, sehingga sempat ditolaknya.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kapolsek Inderalaya IPTU Robi Sugara membenarkan, peristiwa pencabulan tersebut.

“Tersangka dijerat pasal 289 ayat 1 dengan ancaman hukuman 9 tahun,’’ Jelas Kapolsek.

 

Teks       : Junaedi Abdillah

EDITOR     :  SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster