Menanti Raperda Kuliah Gratis 2015

 377 total views,  2 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Demi menepati janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin-H Ishak Mekki untuk mewujudkan Program Kuliah Gratis yang akan dimulai tahun 2015 mendatang. Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel saat ini sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai kuliah gratis tersebut.
Menurut Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Sumsel, Ikhwanuddin, sesuai dengan visi-misi gubernur dan wagub yang akan menjalankan program kuliah gratis di tahun 2015. Oleh karena itu, pihaknya tengah memproses payung hukum agar program kuliah gratis bisa diterima oleh semua pihak terkait.

“Kita bersama pihak Dinas Pendidikan (Disdik), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan Biro Hukum sudah membahas beberapa item-item mengenai isi dari Raperda ini. Kita juga akan melakukan rapat lanjutan dalam waktu satu minggu kedepan. Kemudian kita harapkan pada akhir Desember pembahasan ini sudah dibahas di Badan Legislatif (Banleg) DPRD Sumsel,” terang Ikhwanuddin usai menggelar Rapat Pembahasan Raperda Kuliah Gratis 2015 di ruang kerjanya, Kamis (27/11).

Semua persiapan sudah dibahas seperti, anggaran, teknis, siapa sasaran yang akan ditujukan untuk menerima kuliah gratis ini, dan yang lainnya. Kalaupun nantinya tidak ada yang termasuk dalam Raperda ini. Kemungkinan akan dimasukkan ke dalam Peraturan Gubernur (Pergub).

“Untuk sementara ini, perguruan tinggi yang akan didahulukan menjalankan program ini ialah Perguruan Tinggi Negeri (Unsri). Mengenai seleksinya diprioritaskan mahasiswa beprestasi dan dari kalangan menengah ke bawah, dan itu masih kita bahas lagi. Mudah-mudahan Raperda ini akan selesai secepatnya sehingga pada tahun ajaran baru di 2015 mendatang program ini sudah bisa berjalan,” ucapnya.

Kepala BPKAD Sumsel, Laonma PL Tobing menyatakan, mengenai hitung-hitungan anggaran saat ini masih dihitung terlebih dahulu. Karena ini juga harus disesuaikan dengan kemampuan APBD Sumsel

“Raperdanya saja masih dibahas, jadi soal berapa besarannya kita menunggu raperdanya selesai baru bisa diketahui total anggaran yang diperlukan,” jelas Tobing.

Sebelumnya, Kepala Disdik Sumsel, Widodo mengatakan, kuliah gratis akan menyasar mahasiswa di bidang yang sesuai dengan kebutuhan Sumsel di masa depan, dengan proyeksi antara 10 hingga 15 tahun yang akan datang.

“Kita bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang memiliki jurusan sesuai dengan kebutuhan di Sumsel. Misalnya di bidang pertambangan, komunikasi atau bidang pendidikan. Kalau tidak ada, akan dicarikan ke luar daerah. Atau mungkin ke luar negeri,” katanya.

Widodo menjelaskan, Sumsel akan membangun rel kereta api jalur tunggal atau Monorel dalam waktu dekat. Dalam pengelolaan ke depan, dibutuhkan mahasiswa dengan keahlian di bidang tersebut. Bila tak ada PTN di Indonesia yang menyediakan pendidikan itu, Disdik akan mempersiapkannya di luar negeri.

“Seperti di Tiongkok ada Universitas yang mengajarkan tentang ‘Railways’, dengan fasilitas memadai dan asrama gratis. Biayanya pun murah. Bila dalam kurs saat ini hanya Rp 1,4 juta per tahun. Murah tapi tidak murahan, artinya bisa jadi alternatif demi memajukan Sumsel ke depan,” terangnya.

Untuk menjalankan kuliah gratis, Disdik telah menganggarkan biaya hingga Rp 50 miliar selama setahun. Namun Widodo belum dapat merinci berapa banyak mahasiswa yang dapat menikmati program Kuliah Gratis dari dana sebanyak itu.

“Jumlah mahasiswanya akan diketahui setelah kita menentukan jurusan dan kampus mana saja. Yang pasti, biaya kuliah gratis hanya meliputi Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan jangka waktu empat tahun. Bila mahasiswa bersangkutan Drop Out maka uang yang telah mereka terima harus dikembalikan. Atau, mahasiswa harus membiayai kuliahnya sendiri bila melebihi waktu yang ditentukan,” pungkasnya.
TEKS:IMAM MAHFUZ
EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster