Dua Koruptor PT Pusri Diperiksa

 245 total views,  2 views today

PT Pupuk Sriwidjaja Palembang | Foto : Bagus Kurniawan

Ilustrasi PT Pupuk Sriwidjaja Palembang | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) terus mendalami Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di tubuh PT Pusri. Dalam kasus, itu dua karyawan PT Pusri ditetapkan tersangka yang diperiksa penyidik selama enam jam, Kamis (27/11) pukul 09.00 WIB.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel, Zul Fahmi mengatakan, ini merupakan pemeriksaan perdana sejak keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. Sebelumnya, kedua tersangka sudah pernah dimintai keterangan dengan status masih sebagai saksi.

“Pemeriksaan dikoordinir langsung oleh Kasi Penyidikan Kejati Sumsel, Boby Sandri dan dilakukan secara terpisah. Masing-masing tersangka menjalani pemeriksaan dengan didampingi penasehat hukum,” kata Zul.

Masih kata Zul, dua tersangka sebelumnya sudah dilayangkan surat panggilan untuk diperiksa sejak beberapa pekan yang lalu. Keduanya memenuhi panggilan sesuai jadual yang sudah ditetapkan dan mendatangi panggilan tanpa adanya penjemputan paksa. Pasalnya, keduanya tidak ditahan meski sudah ditetapkan tersangka.

Ujar Zul, pemeriksaan untuk keduanya boleh jadi akan tetap dilakukan. Dengan kata lain, pemeriksaan yang sudah dijalani ini bukanlah pemeriksaan yang terakhir. Jika nanti penyidik merasa perlu memintai keterangan, keduanya akan dipanggil kembali.

“Pemeriksaan ini berkaitan untuk melengkapi berkas pemeriksaan sebelum dilanjutkan ke tahap dua. Untuk saksi, sudah banyak yang kita mintai keterangan,” kata Zul.

Disinggung akankah keduanya akan diberlakukan penahanan, Zul belum bisa memastikan. Jika keduanya tetap koperatif, penahanan bisa saja tidak dilakukan. Namun, jika keduanya berbuat sebaliknya, tentu keduanya akan ditahan.

Kedua tersangka diduga melakukan penggelembungan dana proyek pengadaan kapal di PT Pusri. Anggaran senilai Rp 900 juta lebih diduga tidak seluruhnya digunakan untuk sebagaimana mestiya. Diduga, sisa uang masuk ke rekening pribadi keduanya.

Salah satu tersangka, Im, sudah mengembalikan uang negara senilai Rp 200 juta lebih. Uang tersebut kini sudah diterima oleh Kejati Sumsel dari tangan pria yang menjabat sebagai manajer pengadaan kapal. Kini, uang dititipkan di Bank Sumsel Babel Jakabaring, Palembang.

 

TEKS     : OSCAR RYZAL

EDITOR    : JUNAEDI ABDILLAH





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster