Akibat Hujan Deras, Pedagang Atap Tewas Tertimpa Pagar Sekolah

 340 total views,  2 views today

INDERALAYA – Naas dialami Ahmad Rosyid (62), pedagang atap  yang sudah puluhan tahun mangkal di pinggir Jalan Lintas Timur (Jalintim) Tanjung Raja-Kayuagung, Kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir (OI).

Warga Kelurahan Tanjung Raja, Kecamatan Tanjung Raja  OI ini meregang nyawa lantaran tertimpa pagar sekolah SMAN Tanjung Raja, yang roboh akibat diterjang hujan angin.

Peristiwa naas tersebut terjadi pada Rabu (26/11) sekitar pukul 17.00 Wib. Korban  meninggal pada Kamis (27/11) sekitar pukul 03.00 Wib di RSUD Kayuagung, saat menjalani perawatan medis.

Informasi yang dihimpun, robohnya pagar dinding beton SMAN I Tanjung Raja akibat hujan deras dan disertai angin kencang pada Rabu sore. Terjangan air hujan tidak mampu menahannya, membuat pagar roboh  sepanjang 15 meter.

Saat bersamaan korban Abdul Rosyid sedang berada di pinggir pagar tersebut, di mana setiap harinya korban memang mangkal menjual atap.

Pagar tersebut roboh menimpa korban, warga yang melihat kejadian tersebut, berusaha menolong Korban dari bongkahan dinding pagar yang menimpa separuh badannya.

Setelah lepas dari bongkahan pagar, korban lalu dibawa ke rumahnya yang berseberangan dengan SMAN I Tanjung Raja  dalam kondisi masih sadar.

Sekitar pukul 19.30 Wib kondisi korban sudah mulai mengkhawatirkan, apalagi pada tubuhnya mulai kelihatan membiru, oleh anak-anaknya, korban akhirnya dibawa ke Puskesmas Tanjung Raja lalu dirujuk ke RSUD Kayuagung, menjelang pukul 03.00 Wib dini hari korban akhirnya meninggal.

Tika (45),anak tertua korban mengisahkan, sebelum ajal menjemput ayahnya sempat pulang terlebih dahulu. Sesaat kemudian, sang ayah kembali lagi ke tempatnya hendak berjualan meski dalam kondisi hujan.

”Ya, ini sudah musibah, kita tidak tahu kapan ajal akan datang, padahal sebelum tertimpa pagar, ayah sudah pulang, namun kembali lagi ke tempat dagangannya, itu sebelum hujan, tidak tahunya kami menerima khabar ayah sudah tertimpa pagar,” ujarnya sedih.

Lanjutnya, ayahnya lalu dimakamkan di Desa Penyandingan Kecamatan Sungai Pinang. “Kami sudah ikhlas atas kepergian ayah untuk selama lamanya,” tuturnya.

Terpisah, Kepsek SMAN I Tanjung Raja, Thohir Hamidi mengatakan, pihaknya sudah ikut melayat ke rumah korban bersama para dewan guru.

”Ini musibah, kondisi pagar tersebut memang masih kuat, namun karena pada hari itu hujan deras disertai angin kencang, membuat pagar tersebut roboh dan menimpa korban Rosyid, kami atas nama sekolah mengucapkan belasungkawanya, dan kami sudah memberikan bantuan untuk keluarga korban,” singkatnya.

 

Teks    : Junaedi Abdillah

EDITOR   : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster