Industri Distro di Palembang Turun 50 Persen

 1,156 total views,  2 views today

PALEMBANG – Guna pertumbuhan industri fasion seakan tidak akan habisnya, termasuk Distro sebagai salah satu peluang bisnis bagi anak muda, untuk menawarkan produk-produk fasion yang mau menjembatani batas konsumen kelas menegah ke atas (high-class) dengan konsumen kelas ke bawah (low-class).

Rizki, Owner Distro Andalea mengatakan, bahwa Distro Andalea ini menjadi rujukan bagi pecinta kaos distro dengan berbagai jenis seperti kaos metal serta baju dan jaket yang saat ini banyak digemari oleh anak mudah.

“Banyak pembeli yang datang ke distro ini berasal dari luar Kota Palembang seperti, Banyuasin, Inderalaya, serta daerah lainya yang ada di Sumatera Selatan,” kata Rizki saat diwawancarai Harian Umum Kabar Sumatera, Rabu (26/11).

Kata Rizki, untuk pakaian-pakaian yang ada di Distro ini banyak didatangkan dari produsen asal Bandung dan Jakarta. Distro yang sudah berdiri selama 1,5 tahun ini menjual beraneka ragam pakaian seperti kaos, celana, jaket, tas, sepatu dan lain-lain dengan harga yang terjangkau. Selain itu kualitasnya juga tidak perlu dipertanyakan lagi.

“Untuk harga pakaian yang di jual di distro ini berkisar antara Rp 35.000 hingga Rp 100.000 sesuai dengan item, sedangkan celana Rp 120.000. Harga yang di distro ini relatif murah dengan kualitas terbaik. Jadi bagi anak muda tidak akan kecewa saat datang dan membeli barang di distro ini,” ujarnya.

Distro yang berada di kawasan Pasar KM 5 ini juga menjual bermacam-macam asesoris seperti kalung, gelang, topi, serta dompet.

“Bagi anak muda yang ingin memakai asesoris kita juga jual asesoris,” ungkapnya.

Untuk income sendiri, Distro Andalea tidak mematok besaran yang didapat setiap bulannya. Rizki mengatakan bahwa untuk hari-hari atau musim tertentu, distronya bisa sangat ramai. Seperti hari raya Idul Fitri maupun menjelang akhir tahun penjualan akan mengalami peningkatan hingga dua kali lipat seperti hari biasa.

“Kalau hari lebaran Idul Fitri, omzet penjualan akan meningkat, namun untuk hari biasa penjualan menurun,” katanya.

Menurut Rizki, sejak harga karet dan sawit turun, penjualan menurun hingga 50 persen. Hal ini dikarenakan kebanyakan dari konsumen yang belanja di Distro Andalea berasal dari daerah yang berpenghasilan karet dan sawit.

“Sangat terasa sekali omzet penjualan, dampak harga karet dan sawit turun, namun kalau harga karet dan sawit sudah normal, dirinya memprediksi penjualan kembali akan membaik,” tuturnya.

 

TEKS        : AMINUDDIN
EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster