Dinas PU Fokus Perbaiki Irigasi Rawan Banjir

 171 total views,  2 views today

PALEMBANG – Menghadapi musim penghujan seperti saat ini yang terus mengguyur hampir di seluruh wilayah Sumsel, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan inventarisir perbaikan infrastruktur irigasi kemudian juga memetakan daerah yang dianggap rawan banjir selama musim hujan berlangsung. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas PU Pengairan Sumsel, Syamsul Bahri saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (26/11).

Dijelaskan Syamsul, satu bulan yang lalu pihaknya telah memantau, dan belum ditemukan kondisi yang krusial untuk kerusakan infrastruktur irigasi akibat genangan banjir.

“Nanti kalau sudah ada laporan bahwa adanya infrastruktur irigasi tersebut ada kendala seperti, tidak berfungsi, rusak, dan segala macamnya. Maka dari itu, kita akan segera tindaklanjuti untuk segera memperbaiki bahkan menggantinya dengan yang lebih layak,” bebernya.

Pihaknya juga akan terus melakukan evaluasi terhadap konstruksi yg sudah lama dan kedepannya akan melakukan langkah perbaikan untuk infrastruktur irigasi tersebut.

“Semua irigasi tetap kita perhatikan semuanya, namun ada daerah-daerah yang difokuskan perbaikan karena rawan banjir dan longsor seperti di Ogan Komering Ulu (OKU), Pagaralam, Lahat, dan Musi Rawas,” sebut Syamsul.

Ketika ditanya mengenai cara mengatasi banjir yang masih sering terjadi di Kota Palembang, Syamsul menjelaskan penyebab terjadinya banjir tersebut karena adanya luapan sungai dan juga intensitas hujan yag terlalu tinggi.

Dinas PU Pengairan Sumsel dan Dinas PU Pengairan Kota Palembang sampai saat ini masih terus bekerjasama untuk memperbanyak kolam retensi di kawasan-kawasan kota palembang yang rawan terjadi banjir selama musim hujan.

Target pembangunan kolam retensi yang diharapkan bisa meminimalisir terjadi banjir selama musim hujan yakni sebanyak 65 kolam retensi. Saat ini baru terdapat 22 kolam retensi yang tersebar di beberapa titik di Kota Palembang.

Syamsul menerangkan sebab masih minimnya kolam retensi di kota palembang karena banyak terkendala pada ganti rugi lahan yang tidak sesuai. Oleh karena itu pihaknya juga akan meminta bantuan pemerintah pusat agar masalah ganti rugi lahan segera selesai dan pembangunan kolam retensi semakin cepat dilakukan untuk meminimalisir banjir di Kota Palembang.

Dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Sumsel khususnya Kota Palembang agar dapat peduli terhadap kebersihan sungai dan juga kebersihan saluran air yang ada supaya tidak terjadi genangan air yang dapat menyebabkan banjir.

 

TEKS      : IMAM MAHFUZ

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster