Tiga Oknum Polisi Keroyok Kuli Bangunan

 267 total views,  2 views today

polisiPALEMBANG – Diduga telah dianiaya oleh tiga oknum anggota kepolisian dan enam orang warga sipil, Rizal (46) yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangun ini menderita luka bacok hingga pingsan dan dirinya harus menjalani perawatan selama satu bulan di Rumah Sakit (RS) Charitas Palembang.

Tidak terima atas penganiayaan yang telah dialaminya, warga Kelurahan 10 Ulu, Kecamatan Sebrang Ulu I Palembang ini, melaporkan kejadian tersebut kesentaral pelayanan kepolisian (SPKT) Bidpropam Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (25/11) siang.

Dijelaskan korban, ia sudah dianiaya oleh tiga oknum Polri yang bertugas di Polsekta Sebrang Ulu I Palembang sekitar sebulan yang lalu. “Kejadianya berlangsung di Taman Pelangi Jakabaring Palembang. Tidak tau apa sebabnya, mereka langsung memukul dan membacok saya,” kata Rizal.

Lanjut Rizal, dirinya mengalami luka bacok di kepala, punggung, kaki, dan tangan serta luka tusukan di dada kanan dan menjalani perawatan di rumah sakit selama satu bulan. “Saya sempat pingsan usai kejadian dan dibawa teman ke RSUD Bari. Karena parah, saya selanjutnya dirujuk ke RS RK Charitas dan satu bulan dirawat di sana,” bebernya.

Adapun oknum Polri yang dilaporkan Rizal diketahui berinsial MZ, HM, dan AR. Ia yakin, ketiganya ini memang oknum anggota Polri karena ketiganya sering bertemu dengan Rizal.

Saat kejadian, masih kata Rizal, ketiganya ditemani oleh enam warga sipil.

Sayang, Rizal yang dikabarkan sudah melaporkan kejadian ini ke polsek setmpat tidak mengetahui identitas keenam warga sipil tersebut.

“Saat menganiaya saya, ketiganya mengenakan seragam preman. Namun, saya kenal kalau ketiganya memang anggota Polri,” kata Rizal.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, sudah menerima laporan Rizal. Baik Rizal maupun saksi sudah diambil keterangan.

“Akan kita dalami apa terlapor memang tercatat sebagai anggota Polri atau bukan. Yang pasti, jika terbukti bersalah, siapa pun dia akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Djarod.

 

Teks    : Oscar Ryzal
Editor    : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster