Ratusan Penari Meriahkan AUG 2014

 233 total views,  2 views today

PALEMBANG – Even internasional Asian University Games (AUG) atau Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) se Asia Tenggara 2014 yang akan digelar di Palembang 7-21 Desember mendatang sudah memasuki persiapan bagi para penari yang akan tampil pada saat Opening dan Clossing. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Deputi Bidang Opening-Clossing AUG 2014, Irene Camelyn Sinaga saat diwawancarai di kantornya, Selasa (25/11).

“Even Organizer (EO) opening closing sudah ditentukan dan dipilih. Yang dimenangkan oleh PT Hasta Kreasi Persada,” kata dia.

Diterangkan Irene, EO tersebut sudah memberikan perencanaan akan mengatur dan menyusun persiapan opening dan closing. Diantaranya menyiapkan program acara AUG XVII, artis pendukung, hiburan hingga susunan acara opening dan closing.

“Pihak EO menyiapkan Denni Malik sebagai koreografer pada tarian kolosal di opening dan closing. Karenanya kami sampai saat ini telah menyusun konsep mulai dari pra hingga closing ceremony,” ujarnya.

Ada juga acara penampilan kesenian daerah, paduan suara dari Unsri dan tari-tarian dari mahasiswa Unsri. Penampilan tersebut, kata dia akan dilakukan saat stadion Gelora Sriwijaya di Jakabaring telah terisi.

Sementara gate open pukul 15.00 WIB. Lalu acara akan mulai dibuka usai Magrib dengan Presiden sebagai pembuka acara AUG XVII tersebut.

“Rencananya Presiden dipastikan akan hadir, kami terus komunikasikan ini. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar,” beber dia.

Selain pertunjukan hiburan, jelas Irene, akan diawali dengan masuknya drum band yang mempertunjukkan permainan secara deville para atlet dari berbagai negara yang ikut serta. Lalu ada juga sekitar 250 praja STPDN yang tampil dan mengiringi masuknya perwakilan peserta.

“Lalu ada acara seremonial seperti sambutan dan laporan. Dilanjutkan dengan tari kolosal opening dengan melibatkan 500-600 orang penari dan closing sekitar 200-300 orang,” kata dia.

Untuk artis pendukung acara, ada beberapa artis yang akan memeriahkan acara. Yakni Rianti Cartwright dan Daniel Mananta sebagai pembawa acara, lalu ditambah Orchestra Otti Jamalus yang membawa musik lebih ke aliran jazz.

“Kita akan hadirkan Gigi sebagai band di opening dan Cokelat di closing. Ada juga Tulus, Marcel, Gita Gutawa, Kotak, Rio Febrian, Fitri Carlina dan lainnya. Artis ini lebih detail akan kembali dibahas, yang jelas 9-10 Desember mereka akan gladi resik,” tukasnya.

Lalu, lanjut Irene, pada acara closing nantinya akan ada seremonial pertunjukkan seni budaya dan penyerahan bendera dari Singapur. Hal itu karena Singapur akan menjadi penyelenggara selanjutnya setelah Indonesia sebagai tuan rumah AUG.

“Acaranya masih menggunakan stage depan tribun VVIP di Stadion Gelora Sriwijaya. Acara ini akan dibuka untuk umum secara gratis, tidak dipungut tiket masuk,” imbuhnya.

Karena berbau perguruan tinggi, kata dia, pihaknya akan mempertunjukkan visual berupa permainan lomba persahabatan rektor se-Indonesia bermain futsal. Akan dilakukan dan dishooting pada beberapa hari sebelum hari pembukaan.

“Ini bentuk kepedulian, semangat baru untuk para mahasiswa di Indonesia. Semua rektor bertanding disini,” tutur Irene.

Koreografer Tari Opening dan Closing Ceremony, Denni Malik menuturkan, pihaknya tengah melakukan casting untuk para penari dalam kegiatan tersebut. Penari-penari diambil dari mahasiswa yang ada di universitas atau perguruan tinggi di Palembang.

“Awalnya ada 1.050 penari, tapi diseleksi menjadi 750 penari. Dimana 500 direncanakan untuk opening dan 250 untuk closing,” kata dia.

“Kami seleksi di tiga temapat yang juga akan dilaksanakan sebagai pusat latihan yakni di Dining Hall Jakabaring, halaman DPRD Sumsel, dan di Unsri. Seleksinya baik dengan penilaian wirama, wiraga, dan wirasa,” ungkap Denny.

Untuk waktu latihan, kata dia, diberikan waktu hanya dua minggu. Pihaknya tidak memiliki impian bisa bagus, namun harapan bisa lancar saja sudah bersyukur.

Dalam tari kolosal itu akan ada beberapa jenis tari daerah yang di-mix bersama tari kreasi bertema tari kolosal nusantara. Ada tari dari Sumsel, Bali, Sumbar, Jatim, Kalimantan dan Papua. Tarinya lebih bersifat pemuda karena lagu-lagu yang ditampilkan akan diiringi dengan orchestra dengan house music.

“Durasi tarian selama 45 menit. Ditambah dengan kontingen deville dan penampilan lainnya tidak lebih dari 2 jam. Kita usahakan tidak lama karena efisiensi waktu,” bebernya.

Tak hanya tarian dan hiburan, ujar dia, akan ada juga kembang api. Memang tidak meriah dan heboh seperti tahun sebelumnya, namun pihaknya akan membuat kembang api yang lebih menarik.

“Kita akan buat kembang api dengan konsep baru. Meski tidak gebyar, namun akan lebih berkualitas. Kembang api akan berlangsung selama 10 menit,” pungkasnya.

 

TEKS      : IMAM MAHFUZ
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster