Penumpang BRT Transmusi Sepi

 343 total views,  2 views today

Ilustrasi Bus Trans Musi | Dok KS

Ilustrasi Bus Trans Musi | Dok KS

PALEMBANG – Meskipun tarif angkutan belum mengalami kenaikan pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Ternyata hal tersebut bukan menjadi acuan penumpang akan banyak. Masyarakat yang menggunakan jasa transportasi, Bus Rapid Transit (Brt) Transmusi tidak mengalami lonjakan. Padahal tarifnya masih normal yakni Rp 5.000 dalam kota dan Rp 7.500 Palembang-Inderalaya.

Berdasarkan pantauan Kabar Sumatera, Selasa (25/11), beberapa halte Transmusi yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, tidak ada penumpang yang menunggu di halte. Hal serupa juga terjadi di halte transmusi, koridor Plaju-Palembang Square (PS) mall.

“Iya, memang agak sepi. Mungkin, masyarakat belum tahu kalau Transmusi sudah beroperasional, selain itu, karena tidak sabar menunggu lama,” ungkap salah seorang pramugara Brt Transmusi yang enggan disebutkan namanya, Selasa (25/11).

Sementara itu, salah seorang penumpang yang biasa menggunakan Transmusi, Putri (21) mengaku, ia sudah beralih ke angkutan kota (Angkot), karena untuk bisa naik Transmusi, harus menunggu lama.

“Kami pernah nunggu sampai 1 jam. Artinya, pelayanannya belum maksimal, mungkin bus yang beroperasi masih sedikit. Dari pada nunggu lama, ya lebih baik naik angkot,” ungkap wanita perparas ayu ini.

Putri menyebutkan, sebenarnya naik Transmusi lebih aman dan nyaman, jika dibandingkan dengan naik Angkot maupun bus kota. Tapi karena alasan masuk kantor harus tepat waktu, ia terpaksa gunakan jasa Angkot.

“Sebenarnya terpaksa gunakan angkot. Tapi, dari pada terlambat masuk kantor. Lebih baik naik Angkot,” sebutnya.

Sementara itu, sebelumnya Direktur Operasional PT SP2J yang merupakan induk perusahaan Transmusi, Ahmad Nopan mengatakan, memang brt Transmusi masih banyak dalam proses perbaikan. Sehingga, jumlah bus yang beroperasi masih terbatas. Tapi, sebutnya tidak lama lagi bus yang rusak segera baik kembali.

“Jumlah bus yang beroperasi ada 60 unit dengan rincian, 20 koridor AAL-Ampera, Sako-PIM 10 unit, Plaju-PS Mall 10 unit dan 20 unit untuk koridor Palembang-Indralaya,” katanya.

 

TEKS   : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster