Mau Jadi Kepsek Bayar Rp 20 Juta?

 254 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Usai dilakukannya perombakan besar-besaran terhadap sejumlah pejabat eselon 2, 3 dan 4 oleh bupati OKI, Iskandar SE beberapa waktu lalu. Kali ini isu mengenai mutasi kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan OKI mulai merabak. Soalnya, informasi mutasi kepala sekolah akan dilakukan akhir Desember mendatang.

Praktik “kotor” dugaan jual beli kursi kepala sekolahpun mulai mencuat kepermukaan. Misalnya untuk menjadi kepala sekolah, khususnya tingkat SD harus berani merogo kocek dalam kisaran Rp15 juta sampai Rp20 juta.

“Ya, katanya memang begitu untuk jadi Kepsek harus bayar Rp 15 sampai Rp 20 juta,” ujar sumber tersebut.

Tidak hanya itu, kata dia, berdasarkan informasi yang dia terima dari salah satu kepala sekolah SD di OKI, sudah ada salah satu kepala sekolah yang telah memberikan imbalan atau setoran kepada pihak Dinas Pendidikan yang memiliki peranan penting untuk bisa menjamin jadi kepala sekolah, khususnya kepala sekolah SD.

“Ada guru yang sudah kasih sesuatu kesalah satu oknum pegawai di Disdik OKI,” ujarnya.

Juga Kepala Dinas Pendidikan OKI, H Drs Zulkarnain, melalui Kabid TK/SD, Syamsuddin, SPd membantah keras tentang akan adanya mutasi kepsek pada awal ataupun akhir Desember mendatang.

“Kata siapa, saya sendiri belum terima informasi itu. Bahkan mengenai informasi ini memang sudah menyebar, dan bunda (Hj Yusmin) bibik kandung Bupati OKI, menelpon saya menanyakan informasi bakal ada mutasi itu. Saya jawab saja benar bunda. Akhirnya diapun lega mendengarnya,” kata Syamsuddin.

Ucap Syamsuddin, dia tidak menyangkal mengenai isu merebaknya mutasi kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan OKI.

“Bahkan mengenai ada jumlah uang yang harus dibayar kisaran Rp15 sampai Rp 20 juta juga benar isu itu. Jadi  kemungkinan ada yang telah menyetorkan uang itu ke oknum di Disdik OKI, tapi dengan siapa, mungkin saja dengan oknum pegawai lama yang sekarang sudah turun jabatannya. Biarkan nanti mereka sendiri yang akan mengembalikan uang yang disetor itu. Karena kami dalam menyeleksi kepala sekolah penuh dengan keprofesionalan,” ungkapnya. Lanjut dia, kalau mau mengusulkan untuk menjadi kepala sekolah pihaknya mempersilakan.

“Silakan kalau mau ngusul. Baik itu dari UPTD, dari tim sukses maupun dari partai akan kami tampung semua. Tapi jangan kecil hati kalau tidak masuk kreteria untuk jadi kepala sekolah,” tandasnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster