Si Mikro Berpeluang di MEA 2015

 282 total views,  2 views today

PALEMBANG – Viva Yogi Mauladi, anggota MPR RI menyebutkan, MEA yang akan dilaksanakan 2015 membuka peluang bagi Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), akan ikut berjaya di MEA. Itu juga tergantung dari kreatifitas, kepercayaan diri dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).

“Masyarakat Indonesia itu pintar-pintar, jadi jangan mau kalah, kita juga harus ikut berperan dan mensukseskan MEA 2015 dengan tidak hanya menjadi konsumen saja,” kata Viva seusai acara Talk show MPR RI Go To Campus, di Aula Pasca Sarjana Unsri, Senin (24/11).

Lanjut Viva, tentang persiapan, pemerintah harus menyiapkan perlindungan dan pemberdayaan terhadap pelaku-pelaku usaha, terutama pelaku usaha mikro kecil dan menengah, agar tidak tergilas oleh persaingan global, juga harus meningkatkan Sumber Daya Manusia terutama bahasa.

”Prinsipnya, pemerintah harus memberikan modal atau pelatihan, dan juga fasilitas, untuk peningkatan SDM nya terutama pada bidang kemampuan berbahasa, dikarenakan persaingan tingkat asean yang cakup nya regional, masih satu rumpun dan itu harus jelas jangan sampai hal-hal yang berkaitan dengan khas nya budaya itu menjadi hilang, dan pemerintah harus memberikan fasilitas yang lebih intensif kepada pelaku-pelaku domestik berdasarkan kepada kearifan lokal masing-masing daerah,” jelasnya.

Seperti untuk persiapan yang lain tentang mental, dikarenakan adanya persaingan dari negara-negara lain seperti Singapura dan Malaysia,Viva mengatakan bahwa kita tidak boleh takut, dengan Singapura dan Malaysia yang jumlah penduduk nya lebih sedikit di bandingkan dengan Indonesia, yang mencapai 250 juta, dan juga 43% nya adalah kaum muda.

”Kita ini tidak bodoh, jadi tidak usah takut dan khawatir akan tertinggal atau hilang budaya dan hasana kita, maka dari itu pemerintah harus memberikan proteksi dan perlindungan agar usah-usaha mikro kecil dan menengah hidup tumbuh subur didalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) agar kita tidak hanya menjadi pangsa pasar,” ujarnya,

Ia juga mengakatan jika sektor yang berpotensi di Indonesia salah satunya adalah modal. Selain itu ia juga mengatakan jika dalam waktu dekat ini akan ada evaluasi secara serius tentang persiapan dari Masyarakat Ekonomi Asiean (MEA).

Ditanyai tentang dampak kenaikan BBM, jika kenaikan itu tidak tepat waktu, tergesa-gesa dan PAN akan melakukan interplasi.

“Kenapa tidak tepat waktu, karna kenaikan ini di barengi dengan turunnya harga minyak dunia. Dan PAN akan menggunakan hak kontitusionalnya untuk bertanya kepada pemerintah atas kebijakannya,” paparnya.

 

TEKS       : YUNI DANIATI

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster