“Kebijakan Jokowi tak Pro Rakyat, Kami Menolak BBM Subsidi…!”

 249 total views,  2 views today

PALEMBANG – Kebijakan Presiden Jokowi-JK telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu berbagai kalangan melakukan demo dan aksi tidak terima. Senin (24/11), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palembang melakukan aksi penolakan kebijakan presiden RI. Hal itu diungkapkan Koordinator Lapangan Adhi Prawoto ditemui wartawan koran ini saar melakukan aksi di Bundaran Pasar Cinde Palembang.

“Kami menolak kenaikan BBM bersubsidi dan menuntut pemerintah untuk mengembalikan subsidi BBM,” kata dia.

Selain itu, pihaknya mengharapkan sikap Presiden Jokowi-JK untuk menangkap dan mengadili setan neoberalisme dan mafia migas. Ia menuturkan diharapkan cabut UU Migas No.22 tahun 2001.

“Kami ingin Presiden bisa memberikan kebijakannya yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat. Yakni dengan menurunkan harga sembako yang kini telah mengalami kenaikan pasca kenaikan harga BBM,” ungkap dia.

Dijelaskan Adhi, mafia migas masih menjadi sorotan dimana SDA Indonesia yang melimpah dengan produksi minyak yang mencapai 2 persen dari produksi minyak di seluruh dunia. Hanya saja, kata dia, tidak mampu dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat luas.

“Saat ini produksi minyak kita banyak dijual dalam bentuk minyak mentah, dan dibeli kembali dari pihak asing dengan harga internasional,” kata dia.

Karenanya, ia meminta agar pemerintah dapat meningkatkan produktivitas minyak dengan membangun kilang-kilang migas, menasionalisasi aset migas dan aset vital lainnya.

“Indonesia harus mampu keluar dari organisasi internasional yang justru merugikan bangsa Indonesia, menghentikan hubungan ekonomi yang merugikan Indonesia dengan menguntungkan negara lain, serta berhenti didikte oleh World Bank dan MF,” pungkasnya.

TEKS:IMAM MAHFUZ
EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster