Harga Konverter KIT Selangit, Sopir Tuding BBG Rusak Kendaraan

10 total views, 3 views today

Ilustrasi Stasiun SPBG | Dok KS

Ilustrasi Stasiun SPBG | Dok KS

PALEMBANG – Pemilik Angkutan Kota (Angkot) yang pernah menggunakan konverter kit untuk pengisian Bahan Bakar Gas (BBG) ternyata banyak yang kembali menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Karena, penggunaan BBG dalam operasional Angkot merusak kendaraan.

Ketua Sopir Angkot Kertapati, Abdul Rozak mengatakan, meskipun ada sebagian Angkot sudah di pasang alat konverter kit untuk pengisian BBG. Namun mereka enggan memakainya. Karena, berdasarkan pengalaman sopir, alat konverter kit yang dipakai sering membuat mesin rusak.

“Waktu pertama kali diberikan, sudah di coba memakai BBG, tapi Angkot malah sering rusak,” katanya, Senin (24/11).

Sementara itu, sopir Angkot KM 5, Lian mengaku, takut beralih menggunakan BBG karena informasinya berbahaya, apalagi harga alatnya mahal.

“Alatnya terlalu mahal, untuk pemasangan alat konverter kit tersebut harus merogoh kocek Rp 16 hingga Rp 20 juta,” akunya.

Lian yang angkotnya menggunakan bahan bakar jenis solar menyebut, seharusnya pengalihan tersebut sudah dimulai dari perakitan kendaraan. Sehingga hasil lebih bagus.

“Dari perakitan awal kendaraan harus sudah di siapkan untuk BBG atau BBM. Sehingga lebih nyaman dan dirancang khusus. Dengan begitu sopir tidak takut-takut lagi,” ungkapnya.

Lian menilai, dalam penggunaan BBG itu, Pemerintah tidak siap, karena belum disiapkan pengalihannya. Seperti bantuan dari kementerian untuk pemasangan konverter kit yang pernah diberikan dulu.

“Yang sudah beralih ke BBG enak. Kami yang belum ini sulit karena biaya sekarang tinggi,”keluhnya.
Sementara itu, salah seorang karyawan di bengkel BBG, di kawasan Bukit, Kurniawan mengatakan, harga alat konverter kit berkisar Rp 16 hingga Rp 20 juta. Bahkan, konverter kit untuk Angkot yang berbahan solar harganya bisa mencapai Rp 30 hingga Rp 50 juta

“Saat ini, baru angkutan umum yang memakai bahan bakar Premium yang sudah memakai konverter kit, untuk angkutan umum berbahan bakar Solar, belum ada,” katanya.

Juga sambungnya, sebenarnya penggunaan konverter kit akan lebih irit bahan bakar, saat ini harga per 1 lps BBG setara 1 liter premium Rp 3.100, sementara premium Rp 8.500.

“Dengan adanya kenaikan BBM sebesar Rp 2.000 per liter, akan lebih efektif menggunakan BBG,” ujarnya.

Kurniawan menambahkan, untuk perwatan dan pemiliharaan konverter kit itu, masih menemui kendala. Misalnya, di Palembang baru ada satu bengkel yang menyediakan. Sementara untuk stasiun pengisian di beberapa titik masih belum beroperasi secara maksimal.

“Seperti diketahui bengkel khusus kendaraan BBG saat ini baru hanya ada di kawasan Demang Lebar Daun. Sementara stasiun pengisian BBG lainnya belum operasional,” dikatakannya.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com