Truk Batubara dan Truk Kayu Gelondongan Layak Ditertibkan

Truk Batubara yang Terbalik di Jalan Lintas Palembang-Indralaya | Dok KS

Truk Batubara yang Terbalik di Jalan Lintas Palembang-Indralaya | Dok KS

INDERALAYA – Kemacetan lalu lintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Inderalaya Ogan Ilir – Palembang kelihatannya hampir setiap hari terjadi. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari truk mogok, kecelakaan hingga keberadaan truk batubara dan truk kayu gelondongan. Lagi-lagi, masyarakat kerap dikeluhkan dua kendaraan bertonase berat tersebut (Batubara-Kayu), saat melintas. Berbagai kalangan pun

menilai, keberadaan truk batubara dan kayu gelondongan layak ditertibkan.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI), Drs H Iklim Cahya mengemukakan, selama ini masyarakat hanya mengeluhkan dan menyoroti angkutan batu bara, padahal angkutan kayu gelondongan ini lebih membahayakan. Lanjutnya, kayu gelondongan tersebut diangkut truk yang muatannya

melebihi kapasitas, sehingga membahayakan dan menakutkan bagi pengguna jalan lainnya, baik kendaraan roda empat maupun roda dua. Apalagi kalau kendaraan pada posisi berdampingan atau berpapasan dengan truk kayu tersebut.

“Kayu gelondongan ini sangat rawan karena pengamanannya terkesan ala kadarnya. Untuk itu saya mengimbau kepada pihak kepolisian atau petugas Dishub dapat menertibkan truk-truk yang mengangkut kayu gelondongan tersebut, sebelum terjadi hal hal yang tidak diinginkan,”

ujarnya, kemarin.

Dia juga mengimbau kepada para pengusaha yang menggunakan kayu gelondongan tersebut kiranya memanfaatkan kayu di wilayah tempat pabrik berdiri, dan daerah sekitarnya, tidak perlu mendatangkan kayu dari propinsi lain.

Selain itu juga bisa memanfaatkan pengangkutan kayu dengan kereta api atau melalui sungai, dan bila perlu membangun jalan sendiri bekerjasama dengan jalur khusus angkutan batu bara.

Sementara itu, Dedi (34), warga Inderalaya juga mengaku, keberadaan truk batu bara juga sangat membahayakan pengguna jalan. Menurutnya, tidak jarang truk kayu banyak yang terbalik akibat tonase yang berlebihan.

“Truk baru bara juga Mas. Sering terbalik di jalan dan buat macet saja. Lihat macet pekan lalu, hamper 24 jam dan macet sampai 40 km. Ini sangat parah,” kesalnya.

Satlantas Ogan Ilir melalui Kanit Laka Ipda Zaenal mengaku belum ada aturan untuk menertibkan truk angkutan kayu gelondongan itu.

“Kita hanya memeriksa kapasitas angkutan, bila melebihi tonase perlu kita tertibkan.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkab OI Drs H Mustarsyah menambahkan, pihaknya sudah seringkali mengimbau kepada para sopir truk untuk tidak berkonvoi lebih dari tiga truk, karena akan menyulitkan

kendaraan di belakangnya untuk memotong, akibatnya jalan menjadi padat dan macet.

“Memang truk batubara tidak boleh melintas di jalan umum, karena sudah ada peraturan gubernur yang malarangnya, tapi bagaimana, di Lahat lolos, Muara Enim Lewat, Prabumulih begitu juga, masa ketika di wilayah OI kita cegat dan suruh mutar balik,” pungkasnya.

Pihaknya hanya bisa mengimbau, agar truk batubara tidak boleh konvoi lebih dari tiga truk akan mengganggu perjalanan kendaraan lainnya.

Di lapangan terpantau, pada Sabtu (21/11) di Km 14 Desa Pelabuhan Dalam jalur Palembang- Inderalaya sebuah truk Hino dengan Nopol   BG 8135 UW dengan mengangkut batubara terbalik.

Untung terbaliknya di titik jalan yang tengah dilakukan pelebaran. Jika di jalan yang kerap dilintasi, bukan tidak mungkin, kemacetan panjang akan kembali terjadi.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com