SW Ditendang Suaminya Hingga Kepalanya Robek

 301 total views,  2 views today

PALEMBANG – Malang betul nasib SW (20), warga Desa Taja Mulya, Dusun 3, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin ini babak belur dan mengalami luka robek di kepalanya usai dianiaya oleh AF (20), yang merupakan suaminya sendiri.

Tidak terima atas perbuatan suaminya tersebut, sambil ditemani anak dan keluarga, ibu rumah tangga (IRT) ini melaporkan kejadian yang dialaminya, ke sentral pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (23/11) kemarin.

Dijelaskan ibu muda ini bahwa peristiwa penganiayaan yang dialaminya terjadi, Jumat (21/11) pukul 13.30 WIB, saat itu SW bertanya kepada AF mengapa ia pulang malam.  Pertanyaan itu menyebabkan AF marah dan melontarkan bentakan.

“Tidak usah banyak tanya,” ungkap SW menirukan perkataan Af. Bahkan, belumlah korban sadar apa yang bakal menimpa dirinya, tiba-tiba Af menendangnya dan mengenai kepala hingga dia terjatuh dan membentur kursi kayu.

Lanjut SW, penganiayaan ini bukan pertama didapatnya dari AF. Sejak menikah di tahun 2012, SW sering menerima perlakuan kasar. Namun, segala kepedihan itu bisa ditahan SW. Terlebih, AF sudah pernah berjanji untuk tidak lagi berbuat kasar dengan menandatangani surat perjanjian di hadapan kades setempat.

Usai adanya perjanjian itu, tabiat AF sedikit membaik. Ia dan SW bahkan dikarunai seorang putera yang kini usianya sudah menginjak 1,5 tahun. Kehidupan rumah tangga keduanya pun kembali berjalan harmonis. Namun, entah apa sebabnya, AF kembali mengulangi tabiat kasarnya.

Meski hanya masalah sepele, Af sering memukul SW dengan tangan kosong. Lagi-lagi, SW masih mampu bertahan dengan kondisi tersebut. Tapi, tendangan Af yang membuat luka robek di kepala,  membuat kesabaran SW habis. Dengan mengajak puteranya, SW memutuskan kabur dari rumah dan singgah di rumah keluarga di Km 9 Palembang.

Ia lalu melaporkan perbuatan suami ke polisi. “Saya tidak mau lagi tinggal serumah dengan dia. Takut saya dianiaya lagi oleh dia. Sementara, saya akan tinggal di rumah paman,” kata SW, yang kedua orangtuanya sudah cerai.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, mengakui sudah menerima laporan korban. Baik korban maupun saksi sudah dimintai keterangan. “Kita akan mencari keberadaan terlapor untuk dimintai keterangan. Jika memang terbukti bersalah, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Djarod.

 

TEKS    : Oscar Ryza

EDITOR   : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster