P1 Adipura Semakin Ketat

 232 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Kota Palembang yang telah meraih penghargaan tertinggi di bidang kebersihan yakni Adipura Kencana 2013 lalu, untuk mempertahankannya kian sulit. Karena, penialaiannya semakin kompleks dan ketat.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Palembang, Thabrani mengatakan, tim penilai tahap satu (P1) Adipura dari pusat siap melakukan pengecekan tingkat kebersihan Kota Palembang.

“Salah satu syarat yang harus dipenuhi Daerah peraih Adipura Kencana adalah, wajib melakukan pengelolaan sampah sekitar 3 ton per hari. Namun, alhamdulillah Palembang sudah mampu melakukan pengelolaan sampah 3,6 ton per hari,” katanya saat dihubungi, Ahad (23/11).

Thabrani mengaku, 3,6 ton sampah yang di kelola itu itu di manfaatkan sebagai kompos, cindera mata seperti tas plastik, wadah pensil dan produk bermanfaat lainnya.

“Sampah yang di hasilkan Kota Palembang saat ini mencapai 450-500 ton per hari. Sementara ketika ada even-even besar akan bertambah hingga 800 ton,” katanya.

Thabrani menyebut, P1 Adipura saat ini, memang sangat berat. Pasalnya, selain mwajibakan mampu mengelola sampah, nilai yang harus didapatkan di atas 72. Sementara pada penilaian ke-2 (P2) harus memperoleh nilai minimal 73 dan penilaian ke-3 (P3) minimal memperoleh nilai 74.

“Mengenai penilaian, tidak tahu secara keseluruhan. Tapi, kalau poinnya tidak sampai 72, maka akan langsung gugur,” sebutnya.

Lanjutnya, khusus untuk daerah yang meraih Adipura Kencana, penilaiannya tidak lagi ditentukan dibeberapa titik saja, melainkan keseluruhan. Misalnya kesiapan ruang terbuka hijau (RTH), termasuk juga kader lingkungan dan lain sebagainya. Sebutnya, Palembang sudah ada 33 kampung ramah lingkungan yang tersebar di 16 Kecamatan di Metropolis dan ada dua usulan kampung iklim.

“Selain itu syarat lainnya adalah, ada tempat pembuangan akhir (TPA) bertaraf internasional. Sehingga, bisa menghasilkan gas methan dan gas lain yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat,” bebernya.

Dia berkata, beberapa bulan terakhir pihaknya juga fokus penataan RTH. Karena, semakin banyak taman-taman kota, maka akan menjadi primadona bagi masyarakat.

“Alhamdulillah kita sudah memiliki 18 taman kota dengan kualitas cukup baik, serta ada juga program kegiatan pengendalian pencemaran air, program cinta kali bersih (prokasih), pembinaan IPAL industri kecil tahu dan tempe, penataan tepian Sungai Musi dan lainnya,” tukasnya.

 

TEKS     : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster