Jembatan Musi Tiga Alternatif Jembatan Ampera

 1,845 total views,  2 views today

Ilustrasi Masterplan Jembatan Musi 3 Palembangf | Ist

Ilustrasi Masterplan Jembatan Musi 3 Palembangf | Ist

PALEMBANG – Banyak yang memprediksi Kota Palembang akan semakin macet hingga 2020 mendatang. Kondisi terkini lalu lintas di kota ini pun sudah semakin macet saat-saat jam tertentu. Ini membuat Pemprov Sumsel ingin menopang Jembatan Ampera dan Jembatan Musi II agar bebannya berkurang, yaitu dengan membangun jembatan-jembatan baru nantinya yang menghubungkan kawasan Ulu dan Ilir di Palembang.

Untuk itu, Kepala Dinas PUBM Rizal Abdullah, saat diwawancarai belum lama ini berkata Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sumsel telah membeberkan rencana pembangunan Jembatan Musi III yang akan melintas di sebelah timur Kota Palembang.

“Saat ini sistem jaringan jalan Kota Palembang terdiri dari dua jembatan yakni Jembatan Ampera dan Jembatan Musi II. Rencananya Jembatan Musi III dimaksudkan untuk mengembangkan wilayah timur Kota Palembang,” ujar dia.

Cetus Rizal, bahwa Jembatan Musi III rencananya akan dibangun 6,5 km ke arah hilir Jembatan Ampera, yang terletak di Pulau Kemaro dengan panjang 1,2 km dan lebar 30 meter. Namun, masih terkendala izin dari 70 meter seperti yang diminta oleh Pelindo.

Menurutnya, keberadaan jalan lingkar akan mampu mengelola melalui lalu lintas dan mendistribusikan lalu lintas dari pusat kota (Jembatan Ampera). Dijelaskan Rizal, Gubernur Sumatera Selatan dengan surat Nomor 630/1586/BAPPEDA/2013 tanggal 10 Juli 2013, mengusulkan percepatan pembangunan Musi III Bridge sebagai alternatif untuk Jembatan Ampera.

“Jalan raya dan jembatan Musi III yang direncanakan dalam proyek awal adalah dengan titik pertama di sisi utara Kota Palembang dengan menyediakan akses langsung ke Bandara SMB II. Titik akhir berada di selatan Sungai Musi dekat Plaju Area,” sebutnya.

Ungkapnya, jalan raya dan jembatan Musi III itu akan terhubung ke masa depan Palembang East Outer Ringroad, Kapal Betung Highway dan Palembang-Indralaya Highway. Ini juga akan menjadi bagian dari Trans Sumatera Highway.

“Total panjang proyek 25.700 km yang membentang di sisi timur Kota Palembang, melintasi Pulau Kemaro dan Sungai Musi. Daerah diperkirakan terkena proyek ini adalah 17.252,2 hektar. Total panjang Musi penyeberangan sungai 4,4 km termasuk 1 km kabel tetap jembatan dan jembatan 3,4 km pendekatan. Jembatan pendekatan terdiri dari beberapa tipe struktur, seperti tumpukan slab, jembatan beton pratikan, dan jembatan kantilever seimbang,” beber Rizal.

Mengenai lokasi perencanaan pembangunan jembatan tersebut, Rizal menuturkan saat ini kondisinya masih berupa sedimen rawa baik lumpur dan pasir. Pihaknya sudah melakukan kesiapan proyek diantaranya, melakukan studi kelayakan yang telah dilakukan 2010 lalu. Kemudian dilanjutkan dengan DED yang telah dilakukan pada 2011, kemudian Terowongan Angin Uji yang telah dilakukan pada 2012 lalu.

“Kami berharap jembatan Musi III ini bisa secepatnya terealisasi dan dipercepat. Sehingga dapat membentuk Ring Road Palembang, yang melayani Kawasan Timur Palembang. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah proyek ini tidak layak secara finansial dan membutuhkan dukungan pemerintah yang tinggi, sehingga perlu untuk menemukan pembiayaan lebih tepat atau skema PPP,” tutupnya.

 

TEKS     : IMAM MAHFUZ
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster