Hizbut Tahrir Indonesia Himbau Bahaya Pasar Bebas

23 total views, 3 views today

Tolak Kenaikan BBM - Puluhan masa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Provinsi Sumsel, Palembang, Senin (10/11). Mereka menolak keras rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).  Foto : Bagus Kurniawan/KS

Puluhan masa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Provinsi Sumsel, Palembang,Beberapa Waktulalu. | Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG – Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) membuat pernyataan mubalighah bersama umat yang wajib menyadari bahaya globalisasi dan pasar bebas. Dimana menurut mereka pasar bebas Asean (MEA) hanyalah menghasilkan kerugian bagi bangsa Indonesia dan justru akan menjadi Negara besar yang kehilangan pasar, akibat dimanfaatkan negara lain. Bahkan dampak buruk perdagangan bebas tersebut ribuan industri dalam negeri gulung tikar dan mem-PHK para pekerjanya.

“Pasar bebas tidak akan mengatasi kemiskinan, tapi malah menghancurkan ekonomi keluarga dan bangsa. Pasar bebas Asean (MEA) akan meningkatkan kesengsaraan bagi jutaan perempuan Indonesia. Selama ini mereka telah terjun kedunia kerja dalam kondisi rawan eksploitasi dan pelecehan akibat kemiskinan yang mendera,” kata juru bicara Muslimah HTI Iffah Ainur Rochmah usai acara Liqo Mudzakarah Mubalighah (LMM) di room Best Skip Hotel Palembang, Sabtu (22/11).

MEA juga menurut mereka memaksa kaum perempuan semakin banyak terlibat didunia kerja untuk membantu ekonomi keluarga. Hal ini akan memperbesar jumlah perempuan yang dieksploitasi dan kesulitan melaksanakan fungsi utamanya sebagai pendidik generasi. Akibatnya akan semakin banyak muncul persoalan kehancuran keluarga dan berujung pada kehancuran masa depan generasi.

“Sebagai bagian dari program globalisasi, MEA juga akan memuluskan penjajahan budaya barat dan melunturkan nilai nilai Agama. Perilaku yang dilarang Agam seperti seks bebas, legalisasi aborsi, homoseksual dan lesbianisme akan menjadi budaya yang diterima ditengah masyarakat, Na’udzu billahi,” terang dia.

Terakhir pihaknya menghimbau, hendaknya semua komponen umat menyadari dan bersungguh sungguh berjuang untuk menuntaskan problem kemiskinan dengan menghapus sistem kapitalisme yang menjadi sumber masalah dan menggantinya dengan sistem Islam dan Khilafah Islamiyah yang mampu mewujudkan kesejahteraan, kemajuan dan pemberdyaan yang hakiki.

 

TEKS    : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com