Duh, Pedasnya Cabai Keriting…

 246 total views,  2 views today

PALEMBANG – Hinggga memasuki pekan ketiga, harga cabai merah keriting masih terasa “pedas. Minimnya pasokan membuat harga cabai masih relatif tinggi di Pasar 16 Ilir Palembang. Juga harga cabai dijual seharga Rp 70 ribu per kilogram.

Untuk harga cabai merah keriting di Pasar Pal Limo sedikit berbeda. Harga cabai merah tidak merata dikarenakan ada yang menjual Rp 72 ribu hingga Rp 73 ribu per kilo dan bahkan sampai ada yang menjual hingga Rp 75 ribu. Sedang cabai rawit pun sama rata-rata dijual hingga Rp 70 ribu perkilo, cabai hijau yang bisanya hanya Rp 16 ribu perkilo, kini menjadi Rp 45 ribu.

“Di Pasar Palimo tidak merata kalau untuk cabai merahnya, terlebih lagi untuk cabai hijau, sebelum ada kenaikan, cabai hijau itu paling murah, sekitar enam ribu, tapi sekarang mencapai Rp 45 ribu, buat saya sangat mahal, apalagi saya punya usaha rumah makan, sambal balado yang saya buat sebagian dari cabai hijau,” ujar Popon, warga Pakjo yang sedang membeli cabai di Pasar 16 Ilir, Ahad (23/11).

Sementara Rodiah, warga Angkatan 66 berkata, lain halnya untuk di warung- warung sayur eceran, bisa ditebak harga cabai bisa lebih fantastis hingga mencapai Rp 85 ribu perkilonya. Di setiap pasar tradisional harga pun berbeda-beda.

“Di pasar itu bisa ada yang sampai Rp 70 ribu lebih bahkan sampai Rp 80 ribu, apalagi kalau untuk jual di warung-warung eceran seperti saya. Untuk saat ini saya jual seharga Rp 85 ribu tapi ada juga yang jual sampai Rp 95 juga ada, tergantung masing-masing penjualnya, itu kalau untuk cabai merah, kalau untuk cabai yang lain seperti rawit dan hijau saya jual pastinya lebih tinggi juga dari pasar induk,” Rodiah menjelaskan.

Di pusat perbelanjaan moderen, untuk harga tidak begitu jauh beda, harga cabai sekitaran Rp 80 ribu perkilonya, walaupun beda sampai lima ribu tapi sebagian masyarakat kota Palembang masih banyak memilih untuk ke perbelanjaan moderen.

“Alasan kenapa saya pilih ke pasar yang modern itu, toh tidak beda jauh juga, malahan kalau diwarung deket rumah, harganya bisa jauh lebih mahal,” ujar Wati yang pulang di rumah susun Jalan Radial.

Ada ketakutan lain yang banyak sekali di ungkap kan warga lainnya, seperti takut nya kenaikan BBM bisa berdampak pada kenaikan harga cabai.

“Sekarang ini masalah pasokan yg menipis, jadilah harga cabai hingga naik puluhan ribu, itu sebelum BBM naik, yang kita takut kan lagi, jika setelah BBM naik ini, harga cabai bakal ikut melonjak lebih dari sekarang,” ucap Ida, warga Palembang.

 

TEKS   : YUNI DANIATI

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster