BKPRMI Pertanyakan Uang Transport

20 total views, 7 views today

Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia  Palembang mempertanyakan uang honor atau tranport yang mereka terima. | Foto : Ardy KS

Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Palembang mempertanyakan uang honor atau tranport yang mereka terima. | Foto : Ardy KS

PALEMBANG – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Palembang mempertanyakan uang honor atau tranport yang tak kunjung diberikan Pemerintah Kota Palembang. Padahal menurut mereka, berbagai macam kegiatan telah mereka lakukan meski kurang terekpose oleh media.

Selama ini para ustadz/ustadzah mendapatkan uang honor Rp 1,2 juta pertahun. Uang tersebut merupakan uang transport yang diberikan Pemerintah Kota Palembang kepada para Ustadz/Ustadza yang aktif sebagai tenaga pengajar di Taman Kanak-Kanak (TK) dan Taman Pendidikan Alqur’an (TPA) di musholah dan masjid yang ada di Kota Palembang.

Ketua DPD BKPRMI Palembang, Ahmad Ridhuan menuturkan uang transport untuk tahun 2014 belum diterima pihaknya. Padahal selama ini sejak 2012 mereka mendapat uang transport sebesar Rp 100 ribu perbulan, uang tersebut dibayarkan setiap satu tahun sekali yakni Rp 1,2 juta.

Namun pada 2013 silam, jumlah uang transport merosot menjadi Rp 600 ribu pertahun. Bahkan terakhir pada 2014 ini 3000 ustadaz/ustadzah mempertanyakan uang transport yang belum dicairkan.

“Pertanyaan ini muncul dari kawan-kawan Dewan Perwakilan Cabang, kenapa uang transport belum cair. Kami juga sudah konfirmasi dengan Pemerintah Kota Palembang melalui bidang Sosial Masyarakat tapi belum ada jawaban yang menggembirakan,” kata Ahmad Ridhuan disela acara Rapimda DPD BKPRMI Kota Palembang di Hotel Azza, Sabtu (22/11).

Sementara itu, pada acara Rapimda BKPRMI melakukan evaluasi program 2014 dan membahas program prioritas 2015 mendatang dengan diikuti 42 peserta dari DPK dan DPD BKPRMI Palembang. Mengevaluasi kegiatan 2014 dan membahas prioritas kegiatan 2015 mendatang.

Rekan rekan mempertanyakan dana transpor dari Pemkot yang biasanya ada. Besaran dana 1,2 juta per tahunnya sejak 2012 jumlah ustaza 1500. Sedangkan 2013 menurun 600rb tetap 1500 ustadz ustaza,” tambah Iqbal Direktur Daerah Palembang.

Rekan rekan mempertanyakan dana transpor dari Pemkot yang biasanya ada. Besaran dana 1,2 juta per tahunnya sejak 2012 jumlah ustaza 1500. Sedangkan 2013 menurun 600rb tetap 1500 ustadz ustaza.

“Ustad dan ustadzah mempertanyakannya, kepada DPW, DPK. Ada 45 peserta dari utusan berbagai Kecamatan dan pengurus kota Palembang. Kaderisasi dirasakan cukup sulit, dibawah 40 tahun. Ada program pengkaderan tersebut, terlebih kepengurusan yang baru,” pungkas dia.

 

TEKS      : ARDHY FITRIANSYAH
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com