Tarif Angkutan Darat Naik, Tarif Angkutan Sungai Segera Menyusul

 115 total views,  2 views today

salah satu integrasi yang tak terealisasikan

Ilustrasi Speed Boat | Dok KS

PALEMBANG – Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan, telah menetapkan Pedoman Tarif Angkutan Sungai antar kota atau antar kabupaten. Penetapan pedoman tarif ini yang akan di laporkan ke Gubernur dan untuk segera ditetapkan.

Hal tersebut diketahui saat digelarnya rapat penetapan Pedoman tarif angkutan sungai yang di hadiri oleh Dinas Perhubungan kabupaten kota, seperti Banyuasin, Ogan Ilir dan ogan Komering Ilir, serta dari pihak Jasaraharja dan instansi terkait lainnya, Jumat (21/11).

Kepala Bidang Laut dan ASDP Dishub sumsel, Dumiati Linpur, saat di wawancarai seusai rapat, Jumat (21/11). mengatakan bahwa pedoman tarif dasar Rp 445 per penumpang (PNP)/ per Kilo Meter, untuk pedoman tarif Batas atas Rp 534 Per Penumpang/ Per Kilo Meter dan pedoman tarif Batas Bawah Rp 356 Per penumpang/ per Kilo Meter, itu untuk angkutan yang menggunakan bahan bakar solar, sedangkan untuk angkutan dengan bahan bakar premium pedoman tarif dasar Rp 855, 31 sen Per penumpang/ per Kilo Meter, sedangkan tarif batas atas Rp1026, 37 sen per penumpang, perkilo meter, dan untuk Tarif Batas Bawah Rp 684,25 per penumpang/ per Kilo Meter/ Per Kabupaten.

“Itu pedoman tarifnya, kalau aplikasinya dikalikan dengan jarak yang di tempuh, misalkan Ampera- Sungai Pinang, kalau untuk bahan bakar Solar dengan Tarif Batas Bawah Rp 356 dikalikan Jaraknya, sama juga untuk angkutan dengan bahan bakar premium dengan tarif batas bawah 684,25 dikalikan jaraknya,” terang dia.

Kasi Lalulintas Danau dan Penyebrangan Dishub Sumsel Iman Budi Santoso menambahkan, angkutan sungai ini terbagi dua, ada yang menggunakan bahan bakar solar dan ada yang menggunakan bahan bakar premium. Untuk bahan bakar solar kenaikan tarif berkisar Rp 45,47 sen per penumpang, per kilo meter atau 11,46 % naik dari tarif sebelumnya. Sedangkan untuk angkutan dengan bahan bakar premium Rp 205,55 per penumpang, per kilo meter atau 31,36 % naik dari tarif sebelumnya.

“Memang berbeda naiknya dikarenakan mungkin dari dalam harga bahan bakar lebih mahal untuk kembali kesini (Palembang) dan SPBB juga terbatas (tidak terlalu banyak),” katanya.

 

TEKS     : ARDHY FITRIANSYAH
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster