Sikat USD 5000, Residivis Pecah Kaca Di “DOR”

 165 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

INDERALAYA – Adam Susanto (23), residivis pecah kaca yang pernah menyikat uang dollar senilai USD 5000, ditembak di kedua kakinya oleh Tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polres OI, Jumat (21/11), pukul 12.00 WIB, saat hendak melancarkan aksinya di Perumahan Griya, Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Inderalaya-Prabumulih tepatnya di depan kios Romi Herton Km 33 Inderalaya.

Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan  Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini, juga masuk dalam jaringan bandit pecah kaca lintas provinsi dan sudah delapan kali melancarkan aksinya.

Dari tangan tersangka, petugas menyita satu unit kunci leter T, beberapa busi sepeda motor yang diduga dilakukan untuk memecahkan kaca mobil incarannya dan sebuah sepeda motor.

Informasi yang dihimpun, tersangka Adam bersama rekannya Burhan sedang melakukan pengintaian terhadap sebuah mobil yang ditinggal pemiliknya melaksanakan sholat Jumat.

Rupanya, saat itu terdapat anggota Reskrim berpatroli lantaran kerap mendapat laporan jika pelaku aksi pecah kaca sering beraksi saat pemilik kendaraan sholat Jumat.

Saat disergap, dua pelaku melarikan diri dari kejaran petugas. Petugas melepaskan tembakan ke udara. Sayangnya tidak digubris dan petugaspun menembakkan peluru di kedua kakinya. Namun, satu pelaku berhasil melarikan diri.

Saat digiring petugas, tersangka mengaku jika dirinya sudah lima kali menjalankan aksi pecah kaca yang sasarannya mobil-mobil mewah dalam posisi terparkir yang ditinggal pengemudinya.

“Ya, saya kerap beraksi di Ogan Ilir dan lakukan aksi pecah kaca pada pertengahan November lalu, di depan Masjid Muhajirin, Inderalaya,” ungkapnya.

Menurutnya, pada saat melakukan aksi pecah kaca bersama rekannya yang masih DPO, ia berhasil menggondol beberapa lembar uang pecahan dollar senilai USD 5000 atau Rp 50 juta.

“Usai melakukan pecah kaca, uang dollar itu, langsung aku tukar dan kebagian Rp 5 juta untuk anak isteri. Saya juga pernah mendekam di salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang berada di Jakarta selama satu tahun lebih atas kasus yang sama,” ucapnya.

Kapolres OI AKBP Asep JS didampingi Kasat Reskrim Iptu Dhafid Shiddiq dan Kanit Pidum Ipda Marwan mengungkapkan, selain mengamankan pihaknya tengah melakukan pengembangan mencari pelaku lain yang saat ini, tengah dilakukan penyelidikkan.

“Atas perbuatannya, tersangka di jerat pasal 365 tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya.

Teks : Junaedi Abdillah

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster