Kelas RSUD Empat Lawang Terbaik se-Sumsel

 308 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Pengerjaan bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Empat Lawang dikebut. Dipastikan pada awal 2015 mendatang, progres bangunan utama fasilitas kesehatan tersebut rampung 100 persen.

Direktur RSUD Empat Lawang dr Desy Yusmiati melalui Kabid Sanpras Joko Prayitno menyebut, konsep RSUD Empat Lawang cukup berkelas, bahkan bakal menjadi fasilitas kesehatan terbaik di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan.

“Konsepnya, kita optimistis ini menjadi RSUD terbesar di Sumsel, sudah setara rumah sakit di ibukota provinsi,” ungkap Joko, kemarin.

Dijelaskannya, hingga 2014 ini proyek RSUD sudah menelan anggaran mencapai Rp 60 miliar. Sistem kerja dikebut siang dan malam, menyesuaikan rancangan anggaran belanja (RAB) yang ada.

Mengapa begitu? sebut Joko, dari segi konstruksinya menyamai dengan pembangunan rumah sakit berkelas di Palembang, dikatannya salah satunya sama dengan pengerjaan Rumah Sakit Mata di Palembang.

Ditambahkan Joko, dengan kemasan yang menarik dari segi bangunan ini juga upaya memberikan pelayanan maksimal kesehatan bagi masyarakat bila dioperasikan. “Pelayanan maksimalnya kita sediakan 150 kamar rawat inap nantinya,” kata Joko menambahkan, pembangunan RSUD Empat Lawang juga lebih lengkap menyediakan rumah dinas untuk dokter ahli, UGD, ruangan rawat inap hingga pembangunan laboratorium. Bahkan untuk kamar mayatpun tersedia.

“Kita sediakan pengawetnya yang teknologinya canggih yakni penyimpanan mayat yang menggunakan es,”imbuhnya.

Sementara itu Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri optimis 2015 RSUD Empat Lawang yang terletak di jalan poros HM Noerdin Panji tersebut bisa beroperasi, sebab pengerjaan dikebut bahkan dikerjakan selama 24 jam dengan jam lembur dibagi dua sip.

Selanjutnya HBA mengakui, dalam mengoperasikan RSUD nanti pihaknya sudah siap didukung SDM, alat kesehatan juga sudah memadai bahkan adanya alkes yang belum sempat dijalankan karena lokasi yang tidak mendukung.

Mengenai dana, suami Hj suzana ini mengakui, bangunan multi years ini hanya dibantu APBD provinsi Sumsel Rp 15 milyar selebihnya dana APBD Empat lawang sendiri. Maka kedepan konsep pelayanan jemput bola dapat segera diterapkan.

“Untuk ukuran kabupaten berumur 7 tahun ini sudah luar biasa, Insya Allah fasilitas pelayanan kesehatan Empat Lawang jadi terbaik diantara RSUD lainnya,”tukasnya.

 

TEKS      : SAUKANI
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster