Di Hulu, Hujan Itensitas Tinggi

 182 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PUBM dan PSDA) Palembang menyatakan terus berupaya untuk meminimalisir banjir yang terjadi Metropolis. Walaupun untuk mentiadakannya sulit, tapi minimal bisa mengurangi luasan dan ketinggian banjir.

Kabid Pengendalian Banjir dan Drainase, Dinas PUBM dan PSDA Palembang, A Bastari Yusak mengatakan, untuk menyetop air agar tidak menggenangi jalan maupun pemukiman sulit. Tapi, minimal bisa memperkecil frekuensi dan waktu air tergenang sehingga tidak menimbulkan dampak yang meluas.

Menurutnya, masalah banjir di Palembang cukup komplek. Sebutnya, banjir juga di perparah apabila ada air kiriman dari hulu kabupaten tetangga seperti, Empat Lawang, Musi Rawas dan Musi Banyuasin (Muba).

“Jika di hulu hujan dalam itensitas tinggi, maka sekitar 2 sampai 3 hari bisa sampai ke Palembang. Hal itu bisa memperparah banjir di Palembang,” ungkapnya, disela-sela sosialisasi pembentukan komunitas masyarakat peduli banjir (KMPB), di Hotel Quin Centro, Jum’at (21/11).

Selain itu, sambung Bastari, penyebab lainnya adalah, akibat drainase dalam keadaan tidak baik. Maksudnya, tersumbat sampah, sehingga air tidak mengalir normal. Namun, ia mengaku, pihaknya sudah melakukan sejumlah perbaikan drainase, misalnya di sepanjang Jalan Veteran, Kol Atmo dan didepan Lapangan Hatta Palembang.

“Kami menghimbau kepada warga agar tidak membuang sampah ke selokan atau drainase. Jadi, apabila hujan datang, saluran tetap berjalan normal,” imbuhnya.

Bastari mengaku, titik banjir di Metropolis saat ini lebih kurang ada 65 titik. Meliputi, 22 titik di ruas jalan dan 43 titik di wilayah pemukiman warga. Untuk diruas Jalan yang paling parah seperti, di Jalan Sapta Marga dan Jalan R Sukamto. Sementara di pemukiman Citra Damai, Poligon dan lainnya.

“Dengan dibentuknya KMPB, kami berharap bisa turut berpartisipasi peduli, minimal terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Komunitas ini tentu bisa ikut partisipasi membersihkan saluran air yang tersumbat banyak sampah. Atau juga bisa menginformasikan jika terjadi titik genangan air ataupun ada drainase yang tidak berfungsi,” bebernya.

Bastari menambahkan, titik banjir tambahan yang terjadi di Palembang saat ini ada beberapa titik diantaranya, di Jalan Veteran, Jenderal Sudirman, Angkatan 45, Residen Abdul Rozak, Simpang Celentang, H Kasim, Urip Sumiharjo, M Isa, Mayor Ruslan dan lainnya. Sedangkan titik banjir yang di sebabkan pasang air Sungai Musi terjadi di wilayah Seberang Ulu (SU) seperti, di Mataram Kertapati, Plaju dan di pinggiran Sungai Musi.

“Akibat pasang Sungai Musi juga berdampak ke Kecamatan Gandus, 35 ilir dan lainnya. Namun, pada umumnya rumah warga di kawasan itu merupakan rumah panggung yang tinggi. Jika kondisi hujan ektrem ketinggian air bisa terus meninggi yang kian mengancam,”katanya.

Kepala Dinas PUBM dan PSDA Palembang, Dharma Budi mengatakan, untuk meminimalisir genangan air, pihaknya melibatkan masyarakat untuk peduli dengan lingkungannya. Terutama di musim penghujan karena rawan terjadi banjir.

“Kami mengajak agar masyarakat sada lingkungan, sehingga tidak membuang sampah sembarangan. Kami juga ajak membersihkan drainase, normalisasi Sungai Bendung dan lainnya,” tukasnya.

 

TEKS     : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster