Cegah Peredaran Narkoba, BNN Bidik Pegawai Hotel

 237 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Peredaran Narkoba berbagai jenis saat ini kian marak di Kota Lubuklinggau, salah faktornya karena kota berslogan Sebiduk Semare tersebut merupakan kota transit dari berbagai kota/kabupaten maupun provinsi tetangga.

Terbukti di sel tahanan Polres Lubuklinggau saat ini penghuninya mayoritas terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. Salah satunya baru-baru ini honorer Pemkot Lubuklinggau yang kedapatan menyimpan barang haram tersebut.

Untuk mencegah maraknya peredaran narkoba di Kota Lubuklinggau, BNN Lubuklinggau gencar melakukan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan menjalin kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, guna memerangi pengaruh jahat narkoba. Dalam satu bulan ini BNN telah membidik Hotel Arwana, dan Abadi Hotel Lubuklinggau.

“Kita terus menjaga kemitraan dengan pemerintah,swasta,masyarakat, karena mereka adalah bagian komponen yang memiliki peran dalam pemberantasan narkoba,” kata Ketua BNN Lubuklinggau, AKBP Basir Saman didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Apandi, kepada Kabar Sumatera, Jumat (21/11).

Ada beberapa tempat yang rentan menjadi tempat peredaran baik transaksi maupun penggunaan Narkoba diantaranya, tempat hiburan seperti karaoke, cafe dan hotel-hotel serta penginapan.

“Peserta ini adalah pegawai hotel, nah mereka kita butuhkan dalam pemberian informasi kalau ada tamu yang mencurigakan membawa Narkoba ke hotel, dan tidak hanya itu, kalau dilingkungan sekitar ada transaksi narkoba juga bisa memberitahu penegak hukum,” kata Basir.

Diterangkanya, seluruh masyarakat mempunyai hak dan tugas dalam berperan aktif dalam memberantas narkoba.

“Narkoba ini bahaya besar bagi masyarakat, karena berbeda dengan kejahatan lainya, kejahatan Narkoba bisa terjadi dimana saja, dan kapan saja, tidak mengenal tempat ruang dan waktu serta usia,” tegasnya.

Executive Asistant Manajer Hotel Abadi, Kadarisman kepada wartawan menerangkan dalam sosialisasi P4GN tersebut sebanyak 45 pegawai hotelnya yang diikutsertakan.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan peran aktif karyawan dan karyawati hotel dalam membantu penegak hukum untuk pencegahan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba di Lubuklinggau,” katanya.

Ia akan memberikan sanksi tegas kepada pegawai yang kedapatan dan positif narkoba yang ditetapkan BNN, dan akan diserahkan proses hukumnya kepada penegak hukum.

TEKS    : SRI PRADES
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster