Sepakat, Tarif Angkot di OI Naik Rp1.000

 592 total views,  2 views today

  • Tarif Pasar Inderalaya-Tanjung Raja Rp 10 Ribu Perorang

INDERALAYA – Setelah terjadi kesimpangsiuran terkait tarif Angkutan Kota (Angkot), di Kota Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), imbas dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik jenis Solar maupun Premiun,

akhirnya dapat disepakati jika tarif angkot tersebut mengalami kenaikan Rp 1.000,-

Namun ada sedikit berbeda dengan tarif angkutan untuk jurusan Pasar Inderalaya-Tanjung Raja. Jika selama ini tarif angkutan Rp 7.000/orang, mengalami kenaikan menjadi Rp 10.000 per orang.

Hal itu berdasarkan hasil kesepakatan bersama yang tertuang dalam pertemuan antara Dinas Perhubungan (Dishub), Organisasi Angkutan Darat (Organda), Polisi, TNI, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Universitas Sriwijaya (Unsri), yang merupakan perwakilan mahasiswa, di Kantor Dishub, Terminal Timbangan 32, Kota Inderalaya, Ogan Ilir, Kamis (20/11), kemarin.

Ketua Organda Ogan Ilir, HM Sopian Ali mengatakan, setelah melalui kesepakatan bersama melalui rapat, tarif kendaraan umum dari berbagai trayek jurusan yang berada di wilayah Kabupaten OI, semuanya sepakat menaikkan tarif sebesar Rp 1.000 dari tarif semula.

“Misalnya untuk jurusan Pasar Inderalaya-Unsri yang biasanya Rp 3.000, naik menjadi Rp4.000. Angkot jurusan Timbangan 32-Unsri, biasanya Rp 2.000 naik menjadi Rp 3.000,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kenaikan tarif tersebut juga berlaku bagi kalangan pelajar dan mahasiswa meski adanya perbedaan tarif. “Tarifnya juga tetap naik Rp 1.000 , namun harganya beda. Jika untuk umum Rp 4.000, maka untuk pelajar dan mahasiswa hanya Rp 3.000, atau jika tarif untuk umum Rp 3.000, maka untuk pelajar dan mahasiswa hanya Rp 2.000,’’ bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Wardiono didampingi Kabid LLAJ Yusrizal, menambahkan setelah terjadi kesepakatan ketentuan tarif,maka selanjutnya Dishub akan mengajukan ke Bupati OI untuk dikeluarkan SK ketentuan tarif tersebut.

”Kita segera mengusulkan atau mengajukan untuk dikeluarkan surat keputusan dari Bupati tentang perubahan tarif pasca kenaikan harga BBM,’’ ujar Yusrizal.

Kanit Laka IPTU Zainalsyah mengatakan, kepada para sopir hendaknya jangan hanya bisa menuntut perubahan tarif, namun juga dibarengi kedisiplinan dalam berlalu lintas, sehingga kondisi lalu lintas dapat tertib dan lancar, seperti di pasar atau daerah-daerah yang rawan macet, sehingga tidak semrawut.

“Patuhilah dalam berlalu lintas, penumpang jangan disuruh bergantung, berhentilah di tempat sebenarnya jangan seenaknya,” imbuhnya.

Terpisah, Diding, sopir angkot mengatakan, intinya sopir tidak keberatan dengan masalah ongkos pelajar. “Kalau pelajar jangankan untuk tidak naik. Kadang-kadang di lapangan, pelajar yang tidak punya duit juga kami ajak naik. Karena kita juga tahu, kalau pelajar dan mahasiswa itu sendiri tidak memiliki penghasilan,” ujarnya.

Namun demikian, khusus yang umum diharapkan adanya kepastian untuk kenaikkan tarif angkutan. Mengingat jika tarif angkutan tidak naik, maka para sopir tidak bisa mendapatkan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka. “BBM sudah naik. Sampai sekarang ongkos angkot belum naik, bagaimana nasib kita Pak,” jelasnya.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster