Pemahaman Kurikulum 2013, OKI Lebih Baik dari OKU

 202 total views,  2 views today

  • Pungutan Seminar K13 tak Salahi Aturan

KAYUAGUNG – Tingkat pemahaman para guru pada implementasi Kurikulum 2013 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) cukup baik. Di mana sudah banyak guru, khususnya guru sekolah dasar (SD). Hal ini tak lain karena Dinas Pendidikan (Disdik) OKI terus gencar menggelar sosialisasi melalui seminar peningkatan mutu guru untuk pemahaman Kurikulum 2013 tersebut. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan OKI, Zulkarnain, melalui Kabid TK/SD, Syamsuddin SPd, Kamis (20/11).

Kata Syamsuddin, OKI masih jauh lebih baik dibandingkan Kabupaten OKU dalam tingkat pemahaman Kurikulum 2013.

“Masih mendingan OKI, kalau mau dibandingkan dengan OKU yang rata-rata buta tentang pemahaman kurikulum 2013, karena pak Turmudi (Kasi Kurikulum-red) sudah mengecek langsung ke kabupaten itu,” kata Syamsuddin membandingkan.

Dia berkata, saat ini pihaknya terus gencar mengikutsertakan para pendidik untuk mengikuti seminar dari LPMP tentang sosialisasi Kurikulum 2013.

“Baik guru maupun kepala sekolah kita gencarkan untuk ikutkan seminar peningkatan mutu guru. Agar mereka cepat paham  Kurikulum 2013,” katanya.

Terkait tentang adanya pungutan Rp 1.450.000 per sekolah yang mengikuti seminar pendidikan oleh LPMP, tersebut. Syamsuddin menanggapi hal itu tidak menyalahi aturan.

“Ya, uangnya kan diambil dari dana BOS dan itu tidak menyalahi aturan, karena kami berpedoman pada Permendikbud nomor 23 tahun 2003 tentang pendidikan dasar,” terangnya.

Menurut dia, kalau dananya diambil dari APBD tentu harus menunggu tahun 2015, sementara waktunya mendesak tinggal dua bulan lagi.

“Jadi tidak apa-apa diambil dari BOS, karena BOS juga bisa digunakan untuk membayar kegiatan seminar.” ungkapnya.

Terpisah Kepala SDN 1 Kerta Mukti, Kecamatan Airt Sugihan, yang ditemui di Dinas Pendidikan kemarin, di mana sekolahnya akan menggelar seminar kurikulum yang sama. Disinggung besaran dana per sekolah untuk mengikuti acara itu. Robi pun belum tahu.

“Emang pakai biaya ya pak pesertanya? Mendengar Rp 1.450.000 per sekolah Robi mengatakan.

“Waduh besar juga ya biayanya. Sekolah dekat kabupaten aja segitu apalagi sekolah di tempat kami bisa lebih besar,” ungkap Robi.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster