Stok BBM Lama, Kok Harga Baru ?

 236 total views,  2 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

EMPAT LAWANG – Sejumlah warga di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang menilai kenaikan harga sejumlah bahan pokok hanya sepihak oleh pedagang. Pasalnya, ada dugaan dagangan masih stock lama tetapi sudah dinaikkan seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Dengan kenaikan sepihak ini, warga mendesak pemkab Empat Lawang segera menurunkan tim peninjauan harga di pasar Tebing Tinggi. “Stock lama kok harga baru ?, Harusnya belum ada kenaikan sembako,” ungkap Yeni (36) warga Tebing Tinggi, kemarin (19/11).

Diuraikannya, kenaikan harga sembako belum menyeluruh, seperti beras kualitas bagus dari harga ecera sebelumnya Rp 10 ribu perkilogram, sudah naik menjadi Rp11 ribu. Nah kalau beras kwalitas biasa dari Rp 8000 perkilogram naik Rp 8500 perkilogram. Begitu juga telur, sebelumnya per karpet atau 30 butir Rp 31 ribu naik menjadi Rp 32 ribu.

Lainnya gula dari harga Rp 11 ribu perkilogram naik menjadi Rp 12 ribu perkilogram. Namun untuk minyak sayur, sagu dan gandum harganya masih tetap.

“Rata-rata naik Rp 1000 perkilogram, padahal sebagian besar pedagang sepertinya masih stock lama,” bebernya.

Selain sembako urai Yeni, harga minyak tanah pun turut naik, dari harga sebelumnya Rp 7000 perliter kini naik menjadi Rp 8000 perliter. Disisi lain untuk gas elpiji tabung 3 kilogram, dari harga sebelumnya Rp 16 ribu naik menjadi Rp 17 ribu. Kenaikan terjadi dipasaran menyusul kenaikan harga BBM, diberlakuan pedagang dan agen di wilayah Tebing Tinggi sejak 18 November 2014.

Stoc lama harga baru juga diberlakukan penjual BBM eceran. Pengurangan subsidi BBM ditetapkan pemerintah, memberi keuntungan besar bagi pengecer bensin dan solar yang memiliki stok lebih banyak.

“Ada tambahan keuntungan Rp 2000 perliter, ya asal pembeli tidak cerewet saja kami jual harga baru,” ungkap JN pengecer BBM di Tebing Tinggi. Diakuinya, “Sejak kemarin tidak ada pembeli protes, karena sudah tahu BBM sudah naik,” katanya.

Sementara itu Diyah (40) pedagang manisan menolak disebut kenaikan sepihak. Dia mengaku stock dagangan memang sudah naik dari agen, makanya seiring kenaikan BBM ada kenaikan harga beberapa bahan pokok. “Memang dari agen naik, kami hanya menyesuaikan,” elaknya.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera dilapangan, kebijakan pengurangan subsidi berakibat kenaikan harga BBM menuai kekecewaan. Pasalnya, sejumlah masyarakat ekonomi menengah kebawah khususnya petani karet belum siap menghadapi kenaikan harga sembako dan ongkos transportasi. Khawatir terjadi lonjakan kebutuhan ekonomi, sementara penghasilan masih anjlok.

 

TEKS      : SAUKANI
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster