Sosialisasi K13 Sekolah Dipungut Rp1.450.000?

 397 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Sosialisasi Kurikulum 2013 (K13) pihak LPMP terhadap seluruh sekolah di wilayah Kecamatan Pedamaran, OKI diduga dipungut Rp 1.450.000 per sekolah. Melihat besaran pungutan ini jumlahnya sangat fantastis karena kegiatan hanya berlangsung hanya satu hari.

Narasumber seorang guru yang namanya tak mau disebutkan berkata, alasan pungutan uang tersebut dalam kegiatan sosialisasi itu untuk uang konsumsi para peserta.

“Uang itu untuk konsumsi para peserta dalam kegiatan itu,” cetusnya.

Kata dia, pungutan bervariasi untuk sekolah yang banyak siswanya membayar Rp 1.450.000 per sekolah  sementara untuk sekolah yang jumlah siswanya sedikit diberikan keringanan dengan membayar Rp 500 ribu per sekolah. Dari jumlah uang yang disetor itu jumlah sekolah di wilayah tersebut sebanyak 23 sekolah.

“Jumlah sekolah di wilayah itu ada 23 sekolah,” ucapnya seraya berkata kegiatan sosialisasi itu dilaksanakan di SDN 1 Tanjung Nyiur, Pedamaran.

Kepala UPTD Kecamatan Pedamaran, Hj Rosita saat dikonfirmasi tentang hal ini berkata menapik kalau uang setoran yang dibayar sekolah dalam kegiatan itu adalah pungutan.

“Ya, memang benar adanya kegiatan itu. Tapi bukan sosialisasi melainkan seminar untuk meningkatkan mutu guru. Uang yang disetorkan itu untuk orang dari LPMP yang menjadi narasumber dari kegiatan itu. Jadi kami selaku UPTD tak dilibatkan,” dijelaskannya.

Lagi pula kata dia, uang yang dibayar sekolah itu tidak semuanya Rp 1.450.000 per sekolah. Melainkan kalau sekolah yang jumlah siswanya sedikit hanya membayar Rp 500 ribu. Dia juga menyangkal kalau uang itu, digunakan untuk konsumsi selama kegiatan.

“Peserta juga dapat buku dari seminar, dan Itu kan untuk meningkatkan mutu para guru itu sendiri. Karena selama ini guru banyak kurang paham tentang pelaksaan Kurikulum 2013. Jadi kita perlu dilakukan seminar,” terangnya.

Ujarnya, dalam acara seminar pendidikan itu, sekolah yang membayar dengan jumlah tinggi bisa mengirim perwakilan guru sebanyak tiga orang, sedangkan yang jumlah kecil mengirimkan dua orang perwakilan guru untuk peserta kegiatan seminar.

 

TEKS      : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster