Rakyat Miskin Tunggu “Kartu Sakti”

 178 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Janji Pemerintahan Jokowi-JK langsur menggulirkan Tiga Kartu Sakti setelah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 18 November 2014 nampaknya belum terealisasi di Kota Lubuklinggau. Sebab sampai kemarin belum ada kepastian mengenai hal tersebut. Padahal masyarakat miskin di Kota Lubuklinggau saat ini sangat menanti tiga kartu sakti Jokowi tersebut, pasca kenaikan harga BBM.

“Masyarakat tentu sangat mengharapkan realisasi kartu sakti Jokowi tersebut,baru-baru ini sudah sekitar puluhan warga yang datang kerumah saya menanyakan kartu sakti presiden,” ungkap Ketua RT 09 Kelurahan Cereme Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Rif’at Achmad kepada Kabar Sumatera, Rabu (19/11).

Kata Rif’at, kebutuhan pasca kenaikan harga BBM semuanya meruncing,terutama Sembilan Bahan Pokok (Sembako), nah kalau kartu sakti Jokowi sudah terealisasi masyarakat tentu mendapat keringanan, karena mendapat santunan dana. Seperti ditegaskan Kepala Dinas Sosial Lubuklinggau,H Abdullah Matjik melalui Kepala Bidang Bantuan Sosial, Indra Syafei, Rabu (19/11).

“Sampai saat ini Dinas Sosial Lubuklinggau belum mendapat petunjuk teknis mengenai Kartu Sakti Jokowi pasca kenaikan BBM, kalau janji memang per 18 November 2014 kartu itu sudah direalisasikan Menteri Sosial sendiri yang menyampaikanya,” kata Indra Syafei.

Ungkap Afek sapaan Indra Syafei, Dinas Sosial Lubuklinggau belum bisa melakukan tindakan apa-apa terkait penyaluran tiga kartu sakti Jokowi, karena baru mendapat pemberitahuan agar memonitor program tersebut.

“Kita disuruh memonitor saja. Nah, apa yang mau kita monitor, instruksi untuk mendata belum ada, kemudian acuan data penerima dari mana belum tahu,jadi sampai sekarang belum ada tindaklanjut apa-apa dari kita untuk kartu sakti Jokowi,” tegas Afek.

Terangnya, berdasarkan informasi yang ada, pasca kenaikan harga BBM Sudsidi, Kementrian Sosial menyatakan akan langsung mendistribusikan tiga kartu sakti sebagai pengganti subsidi BBM yakni Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Indonesia Sehat. Namun, realitanya program tersebut belum dirasakan masyarakat di bumi Sebiduk Semare karena Dinsos belum mendapat Juknis maupun instruksi melakukan pendataan calon penerima.

Afek meminta agar masyarakat tidak menyalahkan Pemerintah Kota Lubuklinggau terkait pendistribusian Kartu Sakti Jokowi, karena jangankan pendistribusian, kuota penerima, syarat penerima, dan dari mana sumber data penerimapun Dinsos Lubuklinggau belum mendapat petunjuk yang jelas dari pemerintah pusat.

“Kita bukan tidak mau mengurus Kartu Sakti Jokowi,tapi memang belum ada juknis dari pusat, mau bagaimana lagi,kita didaerahkan hanya menunggu instruksi kemensos,” tutup Afek.

 

TEKS   : SRI PRADES
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster