Politisi Pacu Wawasan Kebangsaan

 155 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Sejumlah politisi utusan dari seluruh Partai Politik yakni PD I- Perjuangan ,Golkar, Gerindra, Nasdem, Demokrat, PKB, PAN, PKS, PBB, PPP, dan PKPI Kota Lubuklinggau kemarin (19/11) bertempat di ruang Jasmine Room Hotel Smart, melakukan diskusi politik peningkatan wawasan kebangsaan.

Di forum diskusi politik tersebut, Kantor Kesbangpolinmas Lubuklinggau menghadirkan narasumber Dosen IAIN Raden Fatah Palembang, DR Heri Junaidi dan dari DPPKAD Lubuklinggau,Armada mengenai bantuan dana parpol,Kesbanpol dan Linmas, Edi Rogiansyah mengenai garis koordinasi parpol dengan pemerintahan.

Kepala Kesbangpolinmas Lubuklinggau, Edi Rogiansyah kepada Kabar Sumatera, kemarin (19/11) berkata forum diskusi politik tersebut bertujuan meningkatkan wawasan kebangsaan guna menuju Lubuklinggau aman dan kondusif. Para peserta diberikan ruang berdialog menyampaikan permasalahan sosial masyarakat dengan narasumber.

Pantauan Kabar Sumatera, Suasana diskusi cukup menarik,para peserta antusias berdialog dengan narasumber,menyampaikan masalah sosial yang terjadi saat ini. Seperti, politisi PPP, Herman Sawiran menanyakan siapa yang mengawasi proyek nasional di Sumsel.

Karena DPRD pasti takut memprotes proyek tersebut,karena takut di PAW oleh partai karena bukan hal tak mungkin proyek tersebut milik salah seorang ketua partai. Politisi PDI-Perjuangan,Joko Susanto juga menyampaikan bahwa persoalan sosial masyarakat sekarang merupakan kesalahan bersama dan harus diperbaiki bersama juga. Terutama melakukan perbaikan dibidang pendidikan.

Dosen IAIN Raden Fata Palembang, DR Heri Junaidi pada diskusi tersebut menyampaikan berbagai hal mengenai partai politik kepada utusan partai politik. Partai politik dituntut sebagai lembaga perumus dan sarana pencapaian cita-cita politik bangsa, menjalankan amanat visi dan misi partai, memiliki kewajiban menjalankan peran sosialisasi, pendidikan, politik, pembekalan, rekruitmen, serta komunikasi politik kepada publik.

Menurutnya, jabatan politik yang diperoleh dari mandat masyarakat bukan untuk kepentingan birokrasi, parlemen dan partai politik melainkan harus dikembalikan secara akuntabel dan responsif kepada masyarakat.

Ia berkata, selama 69 tahun perjalanan bangsa Indonesia masih banyak permasalahan sosial yang harus dientaskan bersama,tak terkecuali partai politik seperti kekerasan antar komunitas pelajar dan mahasiswa, narkoba, free seks, masalah integritas, berkurangnya aktifitas pemberdayaan.

Untuk itu, ia mengajak semua unsur merenungkan dimana kesadaran bersama,dimana jiwa nasionalisme, dimana ketaudalatan, dimana nilai-nilai ideologi bangsa, Pancasila, UUD, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI masyarakat saat ini.

“Suatu bangsa apabila kehilangan jati dirinya, maka bangsa tersebut tidak akan mampu bertahan hidup bahkan akan punah,” kata dia megutif dari Bung Karno.

Dijelaskanya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengembalikan rasa cinta tanah air seperti membangun kepercayaan, peka dengan dinamika masyarakat, membangun komunikasi sesama, pro aktif menguatkan program pemerintah yang pro rakyat, membangkitkan jiwa kegotongroyongan, memutarkan lagu-lagu kebangsaan di sekolah-sekolah, ditempat umum, mall, airport, restoran, dan lain sebagainya serta mewajibkan ketersediaan buku-buku sejarah bangsa di ruang-ruang tunggu.

 

TEKS       : SRI PRADES
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster