Ketua TPK PNPM “Gelapkan” Rp 2, 6 M

 283 total views,  2 views today

  • Terkait Dugaan SPP PNPM Fiktif

KAYUAGUNG – Sebanyak 14 ketua Teknis Pelaksana Kegiatan (TPK) PNPM Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI diperiksa pihak Kejaksaan Negeri Kayuagung. Pemeriksaan tersebut terkait dugaan kasus Simpan Pinjam Perempuan (SPP) PNPM yang fiktif hingga merugikan negara miliaran rupiah.

Berdasarkan informasi yang didapat Kabar Sumatera dari beberapa sumber yang diperiksa. Pemeriksaan tersebut terhadap saksi-saksi dilakukan secara meraton. Yang dilakukan sejak Senin (17/11) lalu.

Rizal Ribuanda, Ketua TPK PNPM Kecamatan Pedamaran 2, yang juga menjadi tim penyelesaian masalah tersebut. Membenarkan kalau dirinya pada Senin lalu dipanggil pihak Kejari Kayuagung untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus SPP PNPM Pedamaran.

“Ya, benar saya memang diperiksa sebagai saksi. Bukan saya saja akan tetapi semua TPK lainnya serta kades,” ujar Rizal.

Ucap Rizal, pada acara pemeriksaan itu dirinya dipanggil pihak Kejari bertiga.

“Senin kemarin, kami dipanggil bertiga, saya, dan rekan saya yang juga ketua TPK dan Kades Sukapulih, Warsana,” aku Rizal.

Kata Rizal, dalam pemeriksaan tersebut dia hanya dimintai keterangan seputar makanisme cara peminjaman SPP itu. “Saya jelaskan saya dengan apa adanya,” cetusnya.

Ujar dia, dirinya yakin kalau semua Ketua TPK tidak akan terlibat dalam kasus itu. Karena kapasitas Ketua TPK hanya untuk pengerjaan fisik saja pada PNPM. Sementara SPP adalah urusan ketua kelompok yang meminjam dengan Ketua UPK, Ermini.

“Ya kita yakin tidak akan terlibat, karena kapasitas TPK murni pada pengerjaan fisik bukan SPP,” ucapnya.

Lanjut Rizal, dia juga mengakui bahwa dalam surat pemanggilan tersebut. Ermini sebagai Ketua UPK sudah dinyatakan sebagai tersangka terkait kasus itu.

“Ya, memang Ermini dinyatakan tersangka setelah saya baca surat pemanggilan pemeriksaan saya,” terangnya seraya mengatakan dari informasi yang dia tahu bahwa ada lima kelompok fiktif dan dua penggelapan.

Proses pemeriksaan terhadap para ketua TPK terus dilakukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Kayuagung, sampai sekarang. Karena pemanggilan tidak bisa selesai hanya dalam satu hari.

“Saya rasa saat ini masih pemeriksaan saksi-saksi. Karena waktu saya diperiksa kemarin tidak semuanya,” tandasnya.

Kepala Kejaksaaan Negeri Kayuagung, melalui Kasi Pidsus, Eddowan, SH. Ketika dikonfirmasi terkait hal ini tak memberikan jawaban, saat di telepon maupun di SMS hingga berita ini diturunkan.

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster