Harga Sembako Masih Normal

 202 total views,  2 views today

* Kenaikan Akan Terjadi Tiga Hari Kedepan

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang menyebut, harga kebutuhan pokok di Metropolis belum mengalami kenaikan pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Selasa (18/11) lalu.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Disperindagkop Palembang, Juni Haslani mengatakan, berdasarkan pengalaman pihaknya, dampak kenaikan BBM akan mulai berpengaruh tiga sampai sepekan kedepan.

“Sekarang kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional masih normal. Belum terjadi kenaikan pasca naiknya BBM,”ungkapnya, Rabu (19/11).

Menurut Juni, pihaknya rutin melakukan pengecekan harga di lima pasar tradisional diantaranya, Pasar Sekanak, KM 5, Cinde, Sekip Ujung dan Pasar Guba. Menurutnya, sejauh ini, pihaknya belum mendapati kebutuhan pokok yang naik.

“Disperindagkop punya tim untuk melakukan pemantauan harga di lima pasar itu, pengecekannya dilakukan pagi hari dan dilaksanakan setiap hari kerja,” ujarnya.

Tapi, sambung Juni, untuk sayur-sayuran sudah mulai naik, terutama jenis cabai kecil maupun cabai merah kriting. Menurutnya, hal itu sesuatu yang normal. Pasalnya, banyak petani cabai yang gagal panen akibat kemarau panjang.

“Untuk cabai, sebelum BBM naik sudah naik duluan. Karena stok dari pengepul terbatas. Kenaikannya terbilang tinggi yakni, mencapai Rp 70-75 ribu per kilogram (kg) untuk cabai merah kriting, sementara untuk cabai kecil Rp 65 ribu per kg,” bebernya.

Ditanya berapa persen kenaikan kebutuhan pokok kedepan, ia tidak berani memprediksi. Karena harga masih dianggap normal. Menurutnya, kalaupun terjadi kenaikan tidak terlalu tinggi.

“Yah pasti naik. Untuk pastinya belum bisa berkomentar. Wajar saja apabila naik, karena ongkos kirim barang juga naik karena BBM naik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Palembang, Syahrul Hepni mengatakan, untuk mengatisipasi kenaikan harga diatas kewajaran. Pihaknya akan lebih meningkatkan pengawasan. Karena, biasanya momen seperti ini, banyak dimanfaatkan oknum pedagang nakal untuk meraup keuntungan besar.

“Kami bertugas untuk mengawasi. Jadi apabila, pedagang nakal, akan langsung di tegur, yang sifatnya persuasif,” disampaikannya.

Syahrul menambahkan, agar harga kebutuhan pokok tidak melambung tinggi, salah satu caranya adalah menghindari pembelian dalam jumlah besar atau borongan.

“Masyarakat dihimbau tidak panik. Karena semua kebutuhan pokok stoknya tetap normal. Jadi jangan membeli dalam jumlah yang besar,” tutupnya.

 

TEKS   : ALAM TRIE MARSATA PUTRA

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster