Siaga 1 Pasca Kenaikan BBM, Polisi Jaga Ketat SPBU

 216 total views,  2 views today

Ilustrasi Polisi | Dok KS

Ilustrasi Polisi | Dok KS

MUARAENIM – Guna mengantisipasi adanya gejolak sosial sosial di masyarakat seperti perbuatan anarkis dan sebagainya pasca pengumuman kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pemerintah, jajaran Polisi Resor (Polres) Muaraenim melakukan penjagaan ketat di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), kemarin (18/11).

“Setelah ada perintah siaga I dari Polda Sumsel, kita langsung melakukan penjagaan di setiap SPBU. Kita mengantisipasi agar tidak terjadi gejolak sosial,” tutur Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto, SIK.

Penjagaan tersebut, kata dia, dilakukan di setiap SPBU dalam wilayah Kabupaten Muaraenim. Di mana setiap SPBU ditempatkan sekitar 10 personil dari intel, reserse dan shabara.

“Untuk penempatannya tanpa ada batas waktu, tergantung keputusan dari Polda Sumsel,” terangnya.

Terpisah, Ruslan (30), warga Muaraenim, yang berjualan BBM eceran bensin, bahwa semenjak BBM dinaikkan oleh pemerintah, pihak terpaksa menaikkan harga bensin dari sebelumnya Rp 8 ribu naik menjadi Rp 10 ribu.

“Namun semenjak kenaikan BBM, penjualannya sedikit menurun sebab pengguna jalan lebih banyak memilih mengantri di SPBU,” ucapnya.

Sementara itu, menurut Riki (35) yang sehari-harinya sebagai tukang ojek, mengaku sangat keberatan dengan naiknya BBM. Seharusnya pemerintah melakukan sosialisasi terlebih dahulu agar kita masyarakat kecil tidak terkejut dengan kenaikan tersebut.

Sebab kenaikan tersebut, kata dia, sangat cepat sehingga masyarakat belum sempat menyesuaikan diri dengan kenaikan BBM yang lama, tahu-tahu sudah harus merasakan kenaikan BBM kembali.

“Seharusnya pemerintah carilah cara yang paling tepat dan bijaksana, sehingga masyarakat tidak semakin terpuruk,” ucapnya.

Berdasarkan pantaun Kabar Sumatera, meski harga BBM sudah naik, namun antrian kendaraan roda dua dan empat masih tampak. Namun antrian tidak sepanjang seperti hari-hari sebelumnya.

Selain itu juga, tampak beberapa petugas kepolisian berjaga-jaga mengantisipasi adanya gejolak sosial dari masyarakat pasca kenaikan BBM.

 

TEKS     : SISWANTO
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster