Kapolda Sumsel : Perajin Senpi Itu Harus Direlokasi

 214 total views,  2 views today

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr Iza Fadri, Sik SH MH | Foto : Dok KS

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr Iza Fadri, Sik SH MH | Foto : Dok KS

KAYUAGUNG – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Prof Dr Iza Fadri SIk SH MH meminta para pengerajin senjata api (Senpi) rakitan di wilayah Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) agar direlokasi, sehingga peredaran senpi ilegal khususnya di wilayah Sumsel bisa diminimalisir. Hal ini diutarakan orang nomor satu di Polda Sumsel saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) perdana ke Kabupaten OKI, Selasa (18/11).

Kata Kapolda, keinginannya merelokasi para pengerajin senpi telah disampaikan kepada Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.

“Jadi menurut pak Gubernur coba dibicarakan dengan Bupati OKI. Dan alhamdulillah hari ini telah saya sampaikan kepada pak bupati dan mudah-mudahan keinginan saya ini bisa segera terealisasi,” ujar Kapolda dihadapan Bupati OKI, Iskandar SE dan Wabup HM Rifa’I SE serta Kapolres AKBP Erwin Rachmat.

Ia berkata, merelokasi para masyarakat yang memiliki keahlian membuat senjata api ini dengan cara menyediakan modal dan tempat yang layak untuk mereka menyalurkan keahliannya, namun usahanya yang baru tidaklah bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku.

“Walaupun tetap membuat senjata, namun bukan senjata pembunuh, tapi senjata untuk berburu seperti senapan angin atau pembuatan kerajinan tangan seperti miniatur pesawat atau sebagainya,” terangnya.

Kapolda juga mencontohkan, seperti di wilayah Cipancing Propinsi Jawa Barat, dimana para pengerajin senjata api di wilayah itu juga direlokasi, sehingga saat ini peredaran Senpi ilegal bisa dikatakan berkurang.

“Walaupun masih ditemukan adanya senpi ilegal yang beredar di masyarakat, namun tidak terlalu menonjol. Penempatan para pengerajin senpi ini agar dekat dengan Koramil dan Polsek, sehingga aktifitas mereka bisa diawasi,” bebernya.

Selain senpi, Kapolda juga menyoroti masih berkembangnya tradisi masyarakat Sumsel yang membawa senjata tajam (Sajam). Diharapkan hal ini kedepannya tidak berkembang karena bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Di sini peran serta tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat diharapkan. Perlu adanya spanduk-spanduk yang bertuliskan slogan membawa sajam adalah kebiasaan buruk, hal ini bisa meminimalisir kebiasaan masyarakat membawa sajam. Karena kejahatan yang paling mendominasi saat ini adalah penganiayaan dengan senjata tajam,” urainya.

Pada kesempatan ini, Kapolda juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Kepala Desa Sungai Ceper Kecamatan Sungai Menang yang secara sukarela menyerahkan 8 pucuk senpi rakitan ke Polres OKI.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk segera menyerahkan senpi yang dimiliki kepada pihak berwajib. Yakinlah pihak kepolisian tidak akan memprosesnya, namun kalau kedapatan saat dilakukan operasi, maka kami akan menjeratnya dengan aturan yang ada,” tandasnya.

Sementara Bupati OKI, Iskandar SE mengaku menyambut baik usulan yang disampaikan Kapolda Sumsel tersebut.

“Kami dari pemerintah daerah menyambut baik usulan tersebut. Namun hal itu akan dibicarakan lebih lanjut dan kami sepenuhnya mendukung hal tersebut,” ujarnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster